Membangun Kepercayaan Publik: Husny Mubarok Ajak Masyarakat Awasi Langsung Proses Seleksi FKDM Jaktim

Megapolitan473 Dilihat

Markaberita.id | Jakarta, 9 Agustus 2025 – Guna menepis spekulasi terkait konflik kepentingan, Tim Panitia Seleksi (Pansel) Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Jakarta Timur mengajak masyarakat untuk terlibat aktif. Melalui Husny Mubarok Amir, Tim Pansel menegaskan komitmennya untuk menjalankan proses seleksi yang transparan dan akuntabel.

Husny Mubarok Amir, salah satu anggota tim pansel, membantah tudingan bahwa rekam jejaknya sebagai mantan calon legislatif dari partai tertentu pada tahun 2019 menimbulkan konflik kepentingan. Ia menegaskan, “Saya tidak pernah terlibat dalam struktur kepengurusan partai di tingkat mana pun.”

Lebih lanjut, Husny menjelaskan bahwa kontribusinya lebih banyak berfokus pada kegiatan sosial melalui Nahdlatul Ulama (NU) DKI Jakarta, di mana ia menjabat sebagai Wakil Ketua. Rekam jejaknya, yang konsisten menolak politisasi rumah ibadah dan aktif dalam kegiatan lintas iman, membuktikan bahwa komitmennya adalah untuk kepentingan masyarakat luas, bukan kepentingan politik.

Baca Juga  Mahasiswa Muda Transparansi Soroti Bobroknya Etika Oknum PJLP DPRD DKI: "Gedung Rakyat Bukan Tempat Premanisme!"

“Integritas seseorang harus dinilai dari kontribusi dan tindakannya, bukan dari spekulasi semata,” tambahnya.

Husny Mubarok mengajak masyarakat untuk menjadikan proses seleksi ini sebagai kesempatan untuk belajar tentang pentingnya transparansi. Ia memastikan bahwa seluruh tahapan, mulai dari verifikasi administrasi, tes CAT, hingga wawancara, akan dilakukan secara terbuka.

“Publik bisa melihat dan menilai langsung mekanisme yang kami jalankan,” ujarnya.

Ia berharap masyarakat dapat memberikan kepercayaan kepada tim seleksi yang terdiri dari individu-individu dengan beragam latar belakang. Menurutnya, asumsi liar yang tidak berdasar hanya akan menghambat kinerja tim.

Ajakan ini bukan hanya sebuah pembelaan, melainkan sebuah undangan bagi publik untuk menjadi pengawas yang cerdas dan objektif. Dengan memantau proses secara langsung, masyarakat dapat menilai integritas tim berdasarkan fakta, sehingga bersama-sama dapat membangun kepercayaan terhadap proses seleksi yang bersih dan transparan.(Red).

Baca Juga  Puing Monorel dan Jargon Gen Z: Menuntut Inovasi Substantif, Bukan Sekadar Etalase Politik