Warga Desa Cihanjwar Mengikuti Giat Ngosrek Bareng Dalam Rangka Pecahkan Rekor Muri
PURWAKARTA-JABAR ||
Dalam rangka giat Ngosrek bareng untuk mengikuti Rekor Muri tahun 2025 semua masyarakat kabupaten purwakarta melaksanakan ngosrek bareng , Desa Cihanjsar Kecamatan Bojong Kabupaten Purwakarta yang didampingi langsung oleh RT,RW, Dusun dan juga Kepala Desa Cihanjwar Dedi supriyadi beserta warga bergotong royong ikut serta membersihkan pinggir jalan lingkungan pada Selasa,22 juli 2026 di mulai jam 07:00 WIB s.d selesai.
“Ngosrek Purwakarta Istimewa” adalah sebuah gerakan gotong royong membersihkan lingkungan yang mulai dilaksanakan di Kabupaten Purwakarta bertepatan dengan Hari Jadi yang ke-194 Purwakarta dan ke-57 Kabupaten Purwakarta. Gerakan ini menargetkan 250.000 peserta dan bertujuan untuk memecahkan rekor MURI (Museum Rekor Indonesia). “Ngosrek” sendiri dalam bahasa Sunda berarti “ngored bebersih dan berseka” atau membersihkan dan menyapu.
Program ini merupakan gagasan Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein atau Om zein sebagai bentuk nyata komitmen daerah dalam membangun budaya peduli lingkungan dan kebersihan bersama,dan melibatkan berbagai lapisan masyarakat. Selain membersihkan lingkungan, gerakan ini juga menjadi bagian dari rangkaian acara untuk memperingati hari jadi kota dan kabupaten Purwakarta.
Pemerintah Kabupaten Purwakarta berharap kegiatan ini tidak hanya membersihkan lingkungan, tetapi juga menumbuhkan semangat gotong royong dan kebersamaan di antara warga Purwakarta.
Juga sebagai bentuk administratif, Bupati telah mengeluwarkan Surat Edaran Nomor 100.3.4/104-DLH/2025 tertanggal 7 Maret 2025, yang mewajibkan seluruh camat, kepala desa dan Lurah untuk menggelar aksi Ngosrek Bareng secara serempak.
Rekor MURI yang diharapkan terpecahkan ini akan menjadi bukti nyata semangat kolaborasi dan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan.
Ngosrek bukan hanya gerakan fisik, melainkan juga spiritual dan kultural. Ngosrek adalah bentuk konkret dari nilai-nilai kearifan lokal yang hidup di masyarakat. Kita tidak hanya bersih-bersih sampah, tapi juga menyapu ego sektoral, menyeka perbedaan, dan menghidupkan kembali gotong royong.
Ngosrek bisa menjadi ikon Gerakan Nasional Cinta Lingkungan Berbasis Kearifan Lokal, dengan ciri khas masing-masing daerah. Purwakarta sudah memberi contoh dimana budaya lokal bisa menjadi landasan kuat untuk perubahan nasional.
Edukasi langsung kepada warga dari anak-anak hingga lansia.Menghidupkan kembali semangat kebersamaan dan gotong royong yang kini mulai memudar.
Mengurangi masalah sampah Membangun identitas bangsa yang bersih dan sehat Gerakan sederhana namun penuh makna ini telah membuktikan bahwa perubahan besar bisa dimulai dari langkah kecil, dari halaman rumah, dari gang, dari hati yang peduli.
Kebiasaan bersih-bersih lingkungan bukan hal baru. Jauh sebelum program kebersihan modern digaungkan pemerintah, nenek moyang kita telah lebih dulu mempraktikkannya secara turun-temurun sebagai bagian dari adat, budaya, dan nilai spiritual. Di kampung-kampung tempo dulu, setiap warga tahu bahwa halaman rumah bukan sekadar milik pribadi, tapi bagian dari ruang sosial yang harus dirawat bersama. Gotong royong menyapu jalan, menata kebun, membersihkan aliran air, dan membakar sampah organik.kita harus kembali ke akar warisan leluhur. Gerakan seperti Ngosrek bukan sekadar nostalgia, tapi kebangkitan jati diri bangsa. Mari kita jaga warisan nenek moyang kita.
bersih-bersih, bukan karena diperintah, tapi karena itu bagian dari siapa kita.”Ngosrek, bukan hanya menyapu, tapi menyapu masalah kita bersama.
(Saepul.B)






