Webinar LindungiHutan, Ungkap Langkah Penting Bisnis Berkelanjutan Melalui Green Branding

Ekonomi626 Dilihat

LindungiHutan kembali menghadirkan serial webinar Green Skilling dengan topik “Green Branding” pada Sabtu, 27 April 2024 pukul 15.15-16.15 WIB.

Semarang, 26 April 2024 – Dalam menghadapi krisis iklim, setiap individu hingga perusahaan memiliki andil dalam menjaga kelestarian lingkungan. Setiap tindakan memiliki dampak signifikan yang mengharuskan kita bergerak aktif menyelamatkan bumi.

Dalam konteks bisnis, praktik ramah lingkungan bukan sekadar tanggung jawab sosial tetapi untuk keberlanjutan perusahaan. Kampanye lingkungan, tidak hanya untuk meningkatkan kesadaran terhadap isu lingkungan melainkan menjadi cara untuk mengubah perilaku dan kebiasaan yang tidak ramah lingkungan.

Banyak perusahaan yang mengadopsi praktik Green Branding untuk membangun citra perusahaan ramah lingkungan. Agar upaya tersebut berhasil, perusahaan perlu memahami strategi dan penerapannya dalam bisnis.

Baca Juga  Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta Kabulkan Permohonan Penundaan Keputusan Pencabutan Izin PBPH PT. Rimba Raya Conservation Di Kabupaten Seruyan

Oleh karena itu, LindungiHutan kembali menghadirkan serial Webinar Green Skilling “Practical Strategies for Green branding Implementation: From Theory to Action” pada 27 April 2024 pukul 15.15-16.15 WIB.

Webinar ini dihadiri oleh Founder & CEO OXO Group Indonesia, Johannes Weissenbaeck, sebagai narasumber utama yang akan membahas mengenai strategi, studi kasus hingga dampak dari Green Branding terhadap kelangsungan bisnis perusahaan.

Selama webinar, peserta berkesempatan untuk berdiskusi langsung dengan pemateri melalui sesi tanya jawab. Peserta yang beruntung akan mendapat hadiah menarik dari LindungiHutan.

Daftarkan diri Anda dalam Webinar Green Skilling “Practical Strategies for Green branding Implementation: From Theory to Action” secara GRATIS melalui http://tinyurl.com/greenskilling5. 

Baca Juga  VRITIMES Merayakan Lebih dari 2.000 Siaran Pers yang Diterbitkan di Enam Negara Asia Tenggara di Tahun Pertamanya