Soroti Lelang RS Royal Batavia Rp400 M, CBA Peringatkan Dinkes DKI Jangan “Kunci” Syarat

Megapolitan39 Dilihat

MARKABERITA.COM, JAKARTA — Pembangunan Rumah Sakit (RS) Royal Batavia Cakung, Jakarta Timur, yang digadang-gadang berstandar internasional, hingga kini masih berkutat pada tahapan pengadaan. Padahal, proyek bernilai fantastis hampir Rp400 miliar tersebut ditargetkan sudah melakukan peletakan batu pertama (groundbreaking) pada Desember 2026.

​Kondisi tersebut memantik perhatian kritis dari lembaga pengawas anggaran, Centre for Budget Analysis (CBA). Direktur Eksekutif CBA, Uchok Sky Khadafi, memberikan peringatan keras kepada Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta agar menjalankan proses tender secara adil, jujur, dan tidak mengarahkan persyaratan demi memenangkan kontraktor tertentu.

​”Jika Dinas Kesehatan tidak fair dan terbuka melakukan lelang, tentu akan banyak perusahaan melayangkan keberatan kepada panitia lelang. Maka akan berdampak langsung kepada kegiatan groundbreaking tersebut,” tegas Uchok dalam keterangannya, Rabu (4/11/26).

​Uchok menyoroti potensi timbulnya kendala hukum apabila panitia pengadaan nekat membuat dokumen tender yang “dikunci” untuk menguntungkan calon pemenang tertentu. Menurutnya, hal semacam itu hanya akan memicu gelombang sanggahan hingga perlawanan hukum dari perusahaan peserta lainnya.

Baca Juga  Akselerasi Layanan Kesehatan RSUD Budhi Asih: Transformasi Digital untuk Rujukan yang Lebih Cepat dan Akurat

​”Apalagi jika panitia lelang mengunci persyaratan agar perusahaan tertentu memenangkan lelang pembangunan RS Royal Batavia Cakung. Prosesnya akan memakan waktu sangat lama karena perusahaan yang gugur pasti melakukan perlawanan terhadap Dinkes DKI Jakarta,” paparnya.

​Ia berharap proses lelang ini bebas dari intimidasi maupun sengketa hukum agar pengerjaan proyek strategis ini tidak berlarut-larut. Semoga saja perusahaan yang ikut lelang tidak melayangkan somasi kepada panitia lelang sehingga progresnya bisa lancar-lancar saja, tambah Uchok seraya menyentil target groundbreaking Desember mendatang dengan sebutan “semoga ini bukan sekadar mimpi.”

​Berdasarkan data Sistem Pengadaan Secara Elektronik (SPSE) INAPROC per 4 November 2026, tercatat sebanyak 61 perusahaan telah terdaftar mengikuti tender Pekerjaan Konstruksi Pembangunan RSUD di Wilayah Cakung ini. Paket pekerjaan tersebut memiliki pagu anggaran Rp400 miliar dengan nilai Harga Perkiraan Sendiri (HPS) Rp399,745 miliar yang bersumber dari APBD Perubahan 2026 serta anggaran tahun 2027 dan 2028. Adapun batas pendaftaran dan penyampaian dokumen kualifikasi tender berakhir pada 6 November 2026 pukul 17.00 WIB.

Baca Juga  Dorong Akuntabilitas Aset Daerah, CBA Berikan Catatan Atas Tren Dividen PT Delta Djakarta

​Meski 61 peserta telah terdaftar, hal itu tidak menjamin seluruhnya lolos evaluasi kualifikasi, sebab panitia tender masih melakukan penyeleksian ketat di tahap berikutnya.

​Secara terpisah, Ketua Komisi E DPRD DKI Jakarta, M. Subki, menegaskan dukungan legislatif terhadap percepatan pembangunan fasilitas kesehatan tersebut. Ia memastikan ketersediaan alokasi anggaran daerah sudah siap untuk mengejar jadwal groundbreaking pada Desember mendatang.

​Subki menjelaskan bahwa Pemprov DKI Jakarta telah mengalokasikan dana sekitar Rp50 miliar pada APBD 2026, dan mengamankan alokasi tambahan lebih dari Rp300 miliar pada anggaran tahun berikutnya. Pihaknya berharap progres fisik sudah mulai terlihat di lapangan pada Januari mendatang.

​Mega proyek RS Royal Batavia sebelumnya resmi diluncurkan oleh Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung bersama Menko PMK Pratikno pada 25 Agustus 2025 di Jalan Pool PPD, Kelurahan Cakung Barat, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur. Rumah sakit milik Pemprov DKI Jakarta tersebut direncanakan berdiri di atas lahan seluas 1,9 hektare dengan kapasitas 282 kamar.

Baca Juga  Sumut Siap Jadi Barometer Pilkada Serentak Terbaik di Indonesia

​Fasilitas kesehatan ini disiapkan untuk melayani pasien BPJS maupun non-BPJS dengan standar internasional, serta memiliki fokus layanan pada penyakit jantung, kanker, diabetes, dan penyakit katastrofik lainnya. Saat peluncuran, target percepatan pembangunan diharapkan dapat merampungkan fisik rumah sakit pada pertengahan 2027. Kini, publik menunggu ketegasan Dinas Kesehatan DKI Jakarta dalam memimpin proses lelang secara bersih dan transparan agar impian warga Jakarta Timur memiliki rumah sakit berstandar internasional tak kandas di meja tender.(Red/MB).