Beras Aman, Mental Tenang: Kupas Tuntas Tantangan Sektor Pangan Bareng PERPADI

Nasional64 Dilihat

​JAKARTA, Markaberita.com – Situasi ekonomi global lagi nggak baik-baik saja, bestie. Konflik geopolitik, negara-negara yang mulai egois dengan aturan ekspor-impor (proteksionisme), sampai harga energi yang naik-turun bikin Sutarto Alimoeso selaku Ketua Umum Perkumpulan Penggilingan Padi dan Pengusaha Beras Indonesia (PERPADI) speak up dalam keterangan tertulisnya pada Jum’at (11/09/26). Masalahnya, kekacauan global ini berpotensi besar bikin pasokan dan harga beras di Indonesia ikut gonjang-ganjing!

​Why should you care? Bukan cuma soal ekonomi makro, tapi ini langsung nyerempet ke dompet, biaya makan sehari-hari, sampai stabilitas sosial kita semua.

​Efek domino global ke domestik mulai terasa nyata. Gangguan energi dunia bikin biaya logistik dan distribusi melonjak, yang berisiko mendorong inflasi impor serta bikin ongkos produksi beras ikut naik. Di sisi lain, kalau lapangan kerja formal makin susah dan harga kebutuhan pokok naik, daya beli masyarakat—terutama kelompok rentan dan kelas menengah yang mulai menyusut—bakal kepukul habis-habisan. Tempat pengolahan beras skala kecil alias penggilingan padi lokal yang modalnya pas-pasan juga bakal makin megap-megap gara-gara bengkaknya biaya energi dan transportasi.

Baca Juga  Editorial: Menjadikan Pancasila Sebagai "Buku Panduan" Kebijakan Publik, Menagih Aksi Nyata di Era Kepemimpinan Presiden Prabowo

​Biar krisis ini nggak makin runyam, PERPADI mencatat ada beberapa daftar pekerjaan rumah (PR) penting yang harus segera dikerjakan bersama. Pemerintah dan lembaga terkait harus memperkuat koordinasi lintas instansi, menerapkan kebijakan fiskal-moneter yang responsif, serta menjalankan program perlindungan sosial yang tepat sasaran. Aparat juga wajib menindak tegas para pelaku penimbunan, spekulan nakal, dan oknum yang coba-coba memanipulasi harga beras di pasaran.

​Sementara itu, fokus khusus untuk sektor perberasan mencakup revitalisasi penggilingan padi melalui akses pembiayaan dan peningkatan teknologi pengeringan, stabilisasi harga gabah dan beras, optimalisasi peran Bulog dalam penyerapan serta distribusi, hingga pengendalian impor yang disesuaikan dengan stok nasional. Pengembangan beras fortifikasi juga perlu didorong dengan memperhatikan kesiapan industri dan daya serap pasar.

Baca Juga  Bank BJB Diteror 350 Kasus Hukum Sepanjang 2025, CBA: Red Flag Parah, Saatnya Rombak Total Komisaris & Direksi!

Menjaga ketahanan pangan bukan cuma tugas pemerintah, tapi butuh sinergi total dari hulu ke hilir. Kalau pasokan beras aman dan harga stabil, stabilitas sosial dan ekonomi nasional pun bakal tetap terjaga dengan baik.

​Kira-kira, seberapa besar keresahan kamu soal naiknya harga kebutuhan pokok di tengah situasi ekonomi global kayak sekarang?(red).