SBY di Forum AGF 2026: Kepercayaan Publik adalah Modal Utama Pemimpin Hadapi Krisis Global

Ekonomi, Nasional81 Dilihat

​JAKARTA, markaberita.com – Presiden ke-6 Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), menekankan bahwa kepemimpinan yang kokoh di tengah tantangan global saat ini harus berlandaskan pada tiga pilar utama: ketenangan, inklusivitas, dan visi jangka panjang.

​Hal tersebut disampaikan SBY dalam acara The 2026 Asia Grassroots Forum (AGF) yang diinisiasi oleh Amartha, Kamis (4/6). Berbekal pengalamannya melewati berbagai masa transisi dan krisis nasional, SBY menyoroti bahwa ujian nyata seorang pemimpin tidak hanya terletak pada kemampuan manajerial krisis, tetapi pada keberhasilan menjaga kepercayaan publik (public trust).

​”Kepemimpinan yang kuat adalah tentang menjaga kepercayaan, sekali lagi kepercayaan, dan menciptakan peluang di tengah gangguan,” tegas SBY di hadapan para peserta forum.

Baca Juga  Kejaksaan Agung Memeriksa 1 Orang Saksi Terkait Perkara PT PLN

​Dalam pandangan SBY, pemimpin memiliki tanggung jawab moral untuk menjadi jangkar ketenangan. Ia memperingatkan agar para pemegang kebijakan tidak terjebak dalam kepanikan, karena sikap reaktif tersebut justru akan merusak stabilitas institusi dan memperkeruh situasi.

​”Ketakutan menyebar dengan cepat di masa-masa sulit. Kepanikan melemahkan institusi. Seorang pemimpin harus tetap tenang, jujur, dan jelas tentang arah,” imbuh SBY.

​SBY menutup pesannya dengan mengingatkan bahwa di era penuh ketidakpastian ini, pemimpin yang jujur dan konsisten akan lebih mudah mendapatkan legitimasi publik, yang pada akhirnya menjadi modal paling krusial untuk melakukan perubahan serta menciptakan peluang di tengah tantangan ekonomi maupun sosial yang ada.(Red).