Ekspor SDA Tanpa Devisa Pulang Itu Layaknya VOC

Ekonomi, Nasional107 Dilihat

TANGERANG SELATAN, Markaberita.com – Wakil Menteri Pertanian (Wamentan), Sudaryono, menegaskan bahwa biaya operasional untuk pembentukan Badan Ekspor Komoditas Sumber Daya Alam (SDA) tidak sebanding dengan besarnya potensi pendapatan negara yang bisa diselamatkan.

​Langkah ini dinilai mendesak demi menghentikan kebocoran devisa akibat praktik lancung di sektor ekspor.

​”Apakah ada biaya? Saya kira karena dibentuk ya pasti ada operasional. Saya kira enggak seberapa kalau dibandingkan dengan jumlah yang harus kita selamatkan,” ujar Sudaryono dalam acara Indonesian Petroleum Association (IPA) Convention and Exhibition (Convex) di ICE BSD City, Tangerang Selatan, Rabu (20/5/2026).

​Sudaryono menerangkan, urgensi pembentukan badan baru ini didasari oleh maraknya dugaan praktik transfer pricing hingga under invoicing (manipulasi penurunan harga instrumen ekspor). Praktik-praktik tersebut membuat penerimaan devisa negara tetap rendah, meskipun angka volume ekspor Indonesia tercatat sangat tinggi.

Baca Juga  Korban Tertipu 7,8 Milyar! LQ Indonesia Law Firm Kembali Laporkan Dugaan Tindak Pidana Investasi Bodong Bisnis Sembako Dan Simpan Pinjam

​Menurutnya, membiarkan kekayaan alam Indonesia dikeruk tanpa ada arus modal yang kembali ke dalam negeri sama saja dengan mengulang pola kolonialisme masa lalu.

​”Kalau kita ekspor sumber daya alam kita kemudian uangnya tidak kembali ke Indonesia, itu kan enggak ada bedanya dengan VOC. Dulu ngambil rempah-rempah dibawa ke Belanda, uangnya dipakai bangun Amsterdam,” tegas Sudaryono.

​Melalui pembentukan Badan Ekspor Komoditas SDA ini, pemerintah berharap dapat memperketat pengawasan arus uang hasil ekspor secara real-time, sehingga seluruh pendapatan yang menjadi hak negara dapat masuk sepenuhnya ke kas domestik demi pembangunan nasional.(Red).