Prabowo Targetkan Rupiah Stabil di Kisaran Rp16.800–Rp17.500 pada 2027, APBN Jadi “Alat Perjuangan”

Ekonomi, Nasional107 Dilihat

​JAKARTA, Markaberita.com — Presiden Prabowo Subianto mematok target strategis untuk stabilitas mata uang garuda dengan membidik nilai tukar rupiah bergerak di kisaran Rp16.800 hingga Rp17.500 per dolar AS pada tahun 2027. Langkah ini diambil sebagai pilar utama pemerintah dalam menjaga ketahanan ekonomi domestik di tengah badai ketidakpastian global.

​Dalam Sidang Paripurna DPR RI pada rabu (20/04/26), Presiden menegaskan bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tidak boleh sekadar dilihat sebagai dokumen keuangan normatif. Lebih dari itu, APBN adalah “alat perjuangan bangsa” yang berfungsi penuh untuk memproteksi rakyat sekaligus memperkokoh fondasi ekonomi nasional.

​”Strategi fiskal dan moneter kita harus berjalan beriringan untuk membentengi rupiah, sehingga Indonesia tetap tangguh menghadapi segala bentuk tekanan ekonomi dunia,” ujar Presiden Prabowo.

​Target stabilitas rupiah ini dirancang sebagai landasan pacu untuk mengejar pertumbuhan ekonomi yang lebih progresif. Pemerintah optimistis pertumbuhan ekonomi pada tahun 2027 mampu menyentuh angka 5,8% hingga 6,5%. Capaian ini diproyeksikan sebagai pijakan krusial sebelum merealisasikan target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8% pada tahun 2029.

Baca Juga  FK REPNUS Dorong Partisipasi Publik dalam Perubahan Status Hukum PAM Jaya

​Untuk memastikan kesehatan fiskal dan kesejahteraan masyarakat berjalan seimbang, pemerintah juga menetapkan batas aman pada sejumlah indikator utama:

  • ​Pengendalian Inflasi dan Defisit: Di sektor moneter dan anggaran, pemerintah berkomitmen menjaga inflasi tetap terkendali serta membatasi defisit APBN maksimal 2,4% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).
  • ​Pengentasan Kemiskinan: Di sektor sosial, seluruh stimulus ekonomi diarahkan untuk menekan angka kemiskinan secara signifikan hingga menyentuh angka 6% sampai 6,5%.

​Melalui kombinasi disiplin fiskal dan kebijakan moneter yang pruden (bijaksana), pemerintah berkomitmen menjadikan tahun 2027 sebagai momentum penguatan internal, sekaligus memastikan fondasi ekonomi Indonesia semakin kokoh menghadapi dinamika global.(Red).