Membaca Sandi Politik 2029, Ahmad Bahar Kupas Tuntas Sosok Sufmi Dasco Ahmad dalam Buku Terbaru

Nasional192 Dilihat

​MARKABERITA.COM – Peta jalan menuju kepemimpinan nasional 2029 mulai terbentang melalui literasi. Penulis politik kawakan, Ahmad Bahar, kembali menghentak publik dengan karya terbarunya berjudul “Buku Pintar Politik, Wapres 2029: Sufmi Dasco Ahmad.” Buku ini hadir sebagai analisis tajam mengenai sosok strategis yang selama ini menjadi mesin penggerak di lingkaran utama kekuasaan.

​Universitas Indonesia (UI) dipilih menjadi saksi peluncuran perdana buku ini. Selain alasan geografis, pemilihan kampus ini melambangkan semangat intelektualitas dan perjuangan yang selaras dengan pesan edukasi politik yang ingin disampaikan oleh penulis.

​Berbeda dengan politisi pada umumnya yang mengandalkan keriuhan media, Ahmad Bahar memotret Sufmi Dasco Ahmad sebagai sosok yang bekerja dalam senyap namun memiliki dampak yang masif.

Baca Juga  Nama Anggota BPK Muncul dalam Kasus Bea Cukai, CBA: Ujian Berat bagi Integritas Keuangan Negara

​“Dasco adalah tipikal pemimpin yang bernas. Ia tidak banyak bicara, namun setiap kalimat yang keluar memiliki bobot strategis,” ungkap Bahar pada selasa (28/4) di jakarta

Sebagai orang kepercayaan Presiden Prabowo Subianto, posisi Dasco di ring satu istana dinilai bukan sekadar kedekatan personal, melainkan pengakuan atas kapasitasnya sebagai arsitek politik yang ulung.

​Kehadiran buku ini memicu diskursus luas karena reputasi Ahmad Bahar yang dikenal memiliki “tangan dingin” dalam memprediksi pemenang kontestasi nasional. Sejarah mencatat deretan analisanya yang berujung pada realitas politik:

  • ​Melalui karyanya di tahun 1986 dan 1999, ia telah mencium jejak kepemimpinan Megawati dan Gus Dur jauh sebelum mereka menjabat.
  • ​Setahun sebelum Pilpres 2014, ia telah menulis kemenangan duet Jokowi-JK.
  • ​Di tahun 2019, ia kembali meluncurkan buku kemenangan Jokowi-Ma’ruf Amin sebelum pasangan tersebut resmi bertarung.
Baca Juga  Mencintai Tanah Air: Refleksi Maulid Nabi dalam Kebahagiaan dan Keadilan

​“Ada rasa khawatir setiap kali saya menulis prediksi politik, karena sering kali apa yang tertulis menjadi kenyataan. Namun, buku ini adalah tanggung jawab moral untuk memetakan pemimpin masa depan bagi publik,” tambah Bahar.

​Meskipun baru dipromosikan melalui kanal media sosial, antusiasme masyarakat telah menembus angka di luar ekspektasi. Hingga saat ini, lebih dari 12.000 eksemplar telah dipesan dari berbagai penjuru tanah air. Angka ini mencerminkan tingginya rasa penasaran publik terhadap sosok Dasco sebagai kandidat potensial Wakil Presiden 2029.

​Di balik analisis figur, misi besar Ahmad Bahar melalui buku ini adalah memutus rantai “politik euforia”. Ia mendorong agar pemilih di masa depan lebih jeli melihat rekam jejak dan kompetensi, bukan sekadar popularitas semu.

​“Harapan saya sederhana: pembaca semakin cerdas. Kita ingin pemimpin yang kompeten agar tidak ada lagi kekecewaan publik di masa mendatang. Buku ini adalah panduan untuk mengenal siapa yang benar-benar siap bekerja untuk negeri,” tegasnya.

​Melalui rangkaian peluncuran di berbagai kota, buku ini diprediksi akan menjadi kompas penting bagi masyarakat dalam memahami arah angin politik nasional menuju tahun 2029.(Red).

Baca Juga  Hasan Assegaf: Presiden Prabowo dan Kabinet Gemuk yang Tidak Kompeten