Realisasi APBN Januari 2026: Defisit Rp54,6 Triliun, Menkeu Purbaya Sebut Angka Masih di Bawah Target Tahunan

Ekonomi, Nasional456 Dilihat

MARKABERITA.ID | ​Jakarta, 23 Februari 2026 – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memaparkan kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) periode hingga 31 Januari 2026 dalam konferensi pers APBN KiTa. Dalam pemaparannya, APBN tercatat mengalami defisit sebesar Rp54,6 triliun, atau setara dengan 0,21% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

​Angka defisit ini terjadi akibat akselerasi belanja negara yang lebih tinggi dibandingkan dengan realisasi pendapatan negara pada awal tahun. Meski secara nominal angka ini lebih besar dibandingkan periode yang sama tahun lalu (Rp23 triliun atau 0,09% PDB), Pemerintah menegaskan bahwa posisi ini masih berada dalam batas yang aman dan terkendali.

​Hingga akhir Januari 2026, Pendapatan Negara tercatat mencapai Rp172,7 triliun, atau sekitar 5,5% dari target APBN. Capaian ini tumbuh positif sebesar 9,5% secara tahunan (year-on-year), didorong oleh penerimaan perpajakan yang tetap kuat serta pemulihan pada komponen Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).

Baca Juga  Membangun Mini Greenhouse dan Budidaya Tanaman Pangan dengan Kreativitas Mahasiswa Agribisnis Universitas Katolik Widya Karya

​Di sisi lain, Belanja Negara telah terealisasi sebesar Rp227,3 triliun atau 5,9% dari pagu anggaran. Realisasi belanja ini menunjukkan pertumbuhan signifikan sebesar 25,7% (YoY), mencerminkan langkah pemerintah dalam mempercepat penyerapan anggaran untuk mendukung program pembangunan sejak awal tahun.

​Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menekankan bahwa dinamika defisit ini merupakan bagian dari strategi pengelolaan fiskal yang terencana untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi.

​”Dengan dinamika yang saya sebutkan tadi, posisi defisit APBN tercatat mencapai Rp54,6 triliun atau hanya 0,21% dari PDB. Angka ini masih sangat terkendali dan berada dalam koridor desain APBN 2026,” tegas Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.

​Sebagai simbol optimisme terhadap ketahanan ekonomi nasional, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sempat mengacungkan jempol seusai memberikan paparan di hadapan awak media. Gestur ini menegaskan keyakinan pemerintah bahwa instrumen APBN tetap sehat dan kredibel dalam menghadapi tantangan ekonomi sepanjang tahun 2026.(Red).

Baca Juga  PWI Bekasi dan DPP LAKI Gelar Diskusi Nasional Dukung Program Prabowo-Gibran Menuju Indonesia Emas 2045