​PT Pelita Air Rugi USD 20 Juta, CBA Desak Pertamina Copot Direksi Terkait Skandal Tantiem

Nasional, Organisasi552 Dilihat

Markabeita.id | Jakarta, 13 Januari 2026 – Center for Budget Analysis (CBA) melayangkan kritik keras terhadap tata kelola keuangan PT Pelita Air Service (PT PAS) yang mencatatkan rapor merah pada tahun buku 2023. Di tengah kerugian yang mencapai puluhan juta dolar, kebijakan pemberian tantiem dan remunerasi besar kepada jajaran direksi dinilai mencederai rasa keadilan dan integritas korporasi.

​Defisit Keuangan yang Mengkhawatirkan

Berdasarkan data yang dihimpun CBA, PT PAS mencatatkan kerugian sebesar USD 20.107.160 pada tahun 2023. Direktur Eksekutif CBA, Uchok Sky Khadafi, menekankan bahwa pemulihan finansial perusahaan berjalan lamban. Perolehan laba pada tahun 2024 yang hanya sebesar USD 5.914.075 dinilai jauh dari cukup untuk menambal lubang kerugian tahun sebelumnya.

Baca Juga  Tim Penyidik Menyita Uang Tunai Sejumlah Rp10 Miliar dan SGD 2 Juta dalam Perkara Komoditas Timah

​”Tahun 2023 PT PAS rugi besar. Kerugian ini tidak bisa ditutupi oleh laba perusahaan tahun berikutnya yang hanya sekitar USD 5,9 juta. Ada ketimpangan besar dalam performa bisnis mereka,” ujar Uchok dalam keterangannya di Jakarta (13/1).

​Sorotan Tajam Terhadap Bonus Direksi

Poin paling krusial yang disorot CBA adalah kebijakan remunerasi bagi manajemen di saat perusahaan sedang “berdarah”. Uchok mengungkapkan bahwa Direktur Utama PT PAS, Dendy Kurniawan, diduga tetap menerima tantiem sebesar Rp808.886.154 serta remunerasi mencapai Rp131.444.000.

​”Ini menggelikan. Perusahaan merugi, tapi Direksi masih menikmati tantiem besar. Seharusnya ketika perusahaan rugi, Direksi dan Komisaris ‘puasa’ dulu melalui pemotongan remunerasi sebagai bentuk tanggung jawab moral,” tegas Uchok.

​CBA menilai praktik ini menimbulkan kesan bahwa jajaran manajemen hanya memprioritaskan keuntungan pribadi tanpa komitmen nyata untuk memperbaiki core business perusahaan penerbangan yang mengoperasikan 12 unit pesawat tersebut.

Baca Juga  OJK Kena Sentil! CBA Spill Kinerja yang Dinilai Lamban Tangani Kasus Nasabah & Sengketa BCA

Sebagai anak usaha yang 99,99% sahamnya dikuasai oleh PT Pertamina (Persero), performa PT PAS dianggap mencerminkan lemahnya pengawasan dari induk usaha. CBA mendesak Direktur Utama Pertamina yang baru, Simon Aloysius Mantiri, untuk segera melakukan tindakan tegas.

​Tuntutan CBA kepada Pertamina:

  • ​Audit Menyeluruh: Melakukan evaluasi transparansi terhadap pemberian bonus dan remunerasi di tengah kerugian.
  • ​Ketegasan Kepemimpinan: Mendesak pencopotan jajaran Direksi hingga Komisaris jika tidak mampu memberikan perbaikan kinerja yang signifikan.
  • ​Efisiensi Anak Usaha: Memastikan anak perusahaan tidak menjadi beban finansial bagi induk usaha (Pertamina).

​“Kalau ada anak perusahaan yang terus merugi dan manajemennya tetap ‘foya-foya’ dengan tunjangan besar, pecat saja. Jangan sampai mereka hanya menumpang hidup di PT PAS tanpa memberikan nilai tambah bagi negara,” pungkas Uchok Sky.(Red).

Baca Juga  6 Tahun FPPJ: Bukan Sekadar Perayaan, tapi Manifes Aksi Nyata "Jaga Jakarta"