
Pemalang, 17 Nop 2025 — Menteri Sosial Republik Indonesia Saefullah Yusuf, didampingi Wakil Menteri Sosial dan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, menghadiri rangkaian acara Wisuda Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) yang digelar di Pendopo Kabupaten Pemalang. Acara ini juga meliputi Pemberian Penghargaan SDM Berprestasi PKH, Pameran Produk KPM PKH, dan Bimbingan Teknis KPM PKH.
Kehadiran pejabat pusat dan provinsi tersebut disambut hangat oleh jajaran pimpinan daerah, antara lain Bupati Pemalang, Wakil Bupati, Dandim 0711/Pemalang, Kapolres Pemalang, Kajari Pemalang, Ketua DPRD, serta unsur lengkap Forkopimda Kabupaten Pemalang.
Acara juga dihadiri perwakilan Bank Mandiri dan PT Pos Indonesia Kantor Pemalang sebagai mitra resmi penyalur bantuan sosial.

Mensos: 45% Bansos Tidak Tepat Sasaran, Pemutakhiran Data Diperkuat
Dalam sambutannya, Menteri Sosial Saefullah Yusuf menegaskan bahwa ketidakakuratan data penerima manfaat masih menjadi tantangan besar.
“Dari evaluasi nasional, sekitar 45% penerima PKH dan bansos lainnya tidak tepat sasaran. Karena itu pemutakhiran data terus dilakukan sesuai amanat Instruksi Presiden Nomor 4 tahun 2025,” tegas Mensos.
Mensos meminta masyarakat aktif melakukan pengecekan melalui Cek Bansos, SIK-NG, serta melaporkan pembaruan data kepada pendamping dan perangkat desa.

Bansos ke Pemalang Hampir Mencapai Rp1 Triliun
Dalam kesempatan tersebut, Mensos juga menyampaikan besarnya alokasi bansos yang diterima masyarakat Pemalang.
“Bantuan PKH mencapai Rp366 miliar, dan jika digabung dengan bantuan sosial lainnya dari Kementerian Sosial yang lebih dari Rp500 miliar, maka total bansos yang masuk ke Kabupaten Pemalang hampir mencapai Rp1 triliun,” ungkap Saefullah Yusuf.
Beliau menegaskan bahwa nilai tersebut merupakan bukti keseriusan pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Wisuda KPM PKH: Peluang Bantuan Peralatan & Modal Usaha
Pada dialog bersama peserta, Mensos memberi kabar baik bahwa KPM PKH yang diwisuda berpeluang mendapatkan:
Bantuan peralatan usaha,
Kemudahan akses permodalan melalui Bank Mandiri,
Pendampingan untuk pengembangan usaha agar lebih mandiri.
“Kita ingin mereka benar-benar naik kelas dan tidak lagi bergantung pada bansos,” ujar Mensos.
Pameran Produk & Penghargaan SDM PKH
Acara juga menampilkan pameran produk unggulan UMKM KPM PKH, mulai dari kuliner, kerajinan, hingga produk kreatif lainnya.
Mensos, Wamen, dan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi juga menyerahkan penghargaan kepada SDM PKH berprestasi, sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi para pendamping sosial yang bekerja langsung di tengah masyarakat.
Kehadiran Menteri Sosial, Wakil Menteri, Gubernur Jawa Tengah, Forkopimda, serta mitra penyalur seperti Bank Mandiri dan PT Pos Indonesia menegaskan kuatnya kolaborasi pusat–daerah dalam memastikan ketepatan sasaran bansos dan mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat. Pemerintah berharap semakin banyak KPM yang berhasil mandiri melalui program PKH.
By. M208






