Istri Diduga Terima Gratifikasi, Ketua KPK Dituding Lakukan Pembohongan Publik

Daerah, Hukum548 Dilihat

​​Markaberita | Bitung, Sulut 19 September 2025 — Integritas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di bawah kepemimpinan Ketua Setyo Budiyanto sedang dipertanyakan. Pernyataannya yang membela kasus dugaan penyimpangan dana hibah APBD Kota Bitung tahun 2023 dinilai sebagai bentuk pembohongan publik. Skandal ini mencuat setelah istri Ketua KPK, bersama sejumlah pejabat, diduga menikmati perjalanan mewah ke Eropa menggunakan dana yang seharusnya untuk Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB).

​Menurut Ketua Persatuan Wartawan Online Indonesia (PWOIN) Sulawesi Utara, Reza Lumanu, SE, klaim Setyo Budiyanto yang menyebut perjalanan tersebut “sudah sesuai prosedur” adalah hal yang menyesatkan. “Bagaimana mungkin ini disebut sesuai prosedur? Proposalnya untuk tokoh agama, tapi yang berangkat justru pejabat dan keluarganya, termasuk istri Ketua KPK sendiri. Ini jelas-jelas penyalahgunaan dana hibah APBD,” tegas Reza.

Baca Juga  Agus Mulyawan Bacaleg Dapil V Partai Demokrat Kab. Bogor Bantah Pemberitaan

​Ancaman Laporan Hukum dan Tuntutan Integritas

​Reza Lumanu menegaskan bahwa PWOIN Sulut bersama sejumlah LSM antikorupsi akan segera melaporkan kasus ini ke Kejaksaan Agung, Dewan Pengawas KPK, dan Mabes Polri. “Kami tidak akan diam. Data dan dokumen sudah kami pegang. Kasus ini harus diusut tuntas, jangan pandang bulu,” ujarnya.

​Ia juga menyentil integritas pimpinan KPK. “Ketua KPK tidak bisa menjadi simbol antikorupsi jika istrinya sendiri terseret dalam dugaan kasus penyalahgunaan dana publik. Kalau kasus ini tidak diungkap, artinya integritas KPK sedang runtuh di mata publik,” lanjut Reza, seraya menambahkan bahwa KPK saat ini “kehilangan moral authority”.

​Secara terpisah, aktivis antikorupsi Dr. Sunny Rumawung menyatakan perjalanan mewah yang didanai APBD ini berpotensi masuk dalam kategori gratifikasi. Kehadiran keluarga pejabat, termasuk istri Ketua KPK, menciptakan konflik kepentingan serius.

Baca Juga  Antisipasi Berbagai Tindak Pidana,Kapolsek Tanah Abang Beserta Jajaran Gelar SOC Razia Akhir Pekan

​Ujian Terbesar bagi Integritas KPK

​PWOIN Sulut berencana membawa kasus ini ke ranah nasional, termasuk melaporkannya kepada Presiden RI. Pernyataan Ketua KPK yang dianggap menyesatkan publik justru semakin memperkuat kecurigaan publik terhadap lembaga antirasuah tersebut.

​Kasus dugaan penyalahgunaan dana hibah FKUB Bitung ini menjadi ujian terbesar bagi KPK di bawah kepemimpinan Setyo Budiyanto. “Publik menunggu keberanian aparat penegak hukum. Jangan biarkan lembaga sebesar KPK runtuh hanya karena pembiaran kasus seperti ini,” tutup Reza Lumanu,(Red).