Himpunan Pemuda Islam Apresiasi Presiden Copot Menpora, Dorong  Rahayu Saraswati Jadi Pengganti

Nasional682 Dilihat

Markaberita.id |​Jakarta, 10 September 2025 — Himpunan Pemuda Islam (HPI) menyambut baik keputusan berani Presiden Prabowo Subianto yang mencopot Menteri Pemuda dan Olahraga dari jabatannya. Langkah ini tidak hanya dilihat sebagai tindakan tegas, tetapi juga sebagai wujud nyata komitmen Presiden terhadap masa depan generasi muda Indonesia.

​Sekretaris Jenderal HPI, R. Lintang Fisutama, menjelaskan bahwa keputusan ini adalah jawaban atas keresahan yang selama ini dirasakan oleh kaum muda. “Presiden telah menunjukkan bahwa beliau mendengarkan suara publik. Pencopotan ini merupakan sinyal kuat bahwa pemerintah peduli pada urgensi pemberdayaan pemuda yang selama ini terasa kurang optimal di Kemenpora,” ujar Lintang dalam keterangan resminya, Rabu (10/9).

Baca Juga  Jatuh Tempo Masih Lima Hari, Telepon Sudah Mencekik: Netizen Tuntut Tindak Tegas Petinggi AdaPundi

​Lebih lanjut, Lintang menegaskan bahwa momentum ini harus dimanfaatkan untuk menunjuk sosok yang benar-benar memahami dan berdedikasi tinggi pada pemuda. HPI secara khusus merekomendasikan Rahayu Saraswati sebagai calon kuat untuk memimpin Kementerian Pemuda dan Olahraga.

​“Saraswati adalah figur yang memiliki kapasitas, integritas, dan visi yang jelas untuk membangkitkan peran pemuda. Jika Presiden mempercayakan jabatan ini padanya, ia akan mencetak sejarah sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga perempuan pertama di Indonesia,” kata Lintang.

​Menurutnya, penunjukan Saraswati tidak hanya akan menjadi prestasi personal, tetapi juga menjadi simbol yang sangat penting bagi kesetaraan gender dalam kepemimpinan nasional. Hadirnya seorang perempuan dalam posisi strategis seperti Menpora akan membawa perspektif baru yang lebih inklusif dan adil, membuka pintu bagi lebih banyak perempuan muda untuk berani bermimpi dan berkontribusi di ranah publik.

Baca Juga  DISPOL Nasional Seri ke-50 Bahas Toleransi, Radikalisme, dan Ekoteologi

​HPI berharap ke depannya, Kemenpora tidak lagi hanya berfokus pada urusan olahraga, tetapi juga dapat menjadi motor penggerak bagi program-program strategis yang mampu mencetak pemuda kreatif, mandiri, dan berdaya saing global.

​“Pemuda adalah aset terbesar bangsa. Keputusan Presiden ini menjadi awal yang baik untuk mengembalikan Kemenpora ke fungsi sejatinya—melayani dan memberdayakan pemuda—sekaligus membuka jalan bagi perempuan untuk mengukir sejarah dalam kepemimpinan nasional,” tutup Lintang.(Red).