Pernyataan Dirut RSUD Cabangbungin Soal Tuduhan ke masyarakat ada “Perang Kedua” Tuai Sorotan Ketua Umum LSM GANAS

Daerah299 Dilihat

Bekasi – Markaberita.id

Direktur RSUD Cabangbungin, Hj. dr Erni Herdiani kembali menjadi sorotan publik setelah melontarkan pernyataan kontroversial yang menuding salah satu tokoh masyarakat, bahkan menyebut akan terjadi “Perang Kedua” di wilayah tersebut. Ucapan ini memicu reaksi keras dari berbagai pihak, termasuk Ketua LSM setempat.

dr Erni mengaku menerima laporan dari salah satu staf yang bernama dr Angga yang menurut nya mengklaim saat hendak pulang sempat dicegat oleh seseorang tokoh yang bernama Heri, dan mendengar ucapan “Bakal Ada Perang Kedua”
atas ucapan itu kami meminta bantuan kepada pasukan brimob dan menurunkan pasukan dalmas polda metro jaya untuk berjaga-jaga, “ kata erni.

Baca Juga  Polsek Talang Ubi Sukses Gelar Pengamanan Pada Acara Peringatan Hari Jadi Kabupaten PALI Ke-11

namun saat setelah dikonfirmasi kepada staf dr Erni, yaitu drg. Angga, ucapan perkataan tersebut tidak pernah dia utarakan : “Tidak Ada kata-kata “Perang Kedua” gak pernah saya bilang begitu ke dr.erni” Kata dr. anggga”

Karna tidak di akui oleh staf nya sendiri, Setelah di konfirmasi kembali akhirnya dr.erni berkata “ ya Alhamdulillah bila memang Pak Heri tidak pernah bilang seperti itu”, ujar dr Erni.

Heri wijaya Selaku Tokoh Masyarakat, setelah di konfirmasi menegaskan ” coba di tanya saja staf nya, siapa namanya? Kapan bicara nya? Saya ini adalah fitnah yang sangat keji, saya pertanggung jawaban dunia dan akhirat. saya tidak pernah ada ucapan seperti itu”, ucap Heri.

Baca Juga  Pastikan Situasi Berjalan Kondusif,Polsek Tanah Abang Laksanakan Pengamanan Kampanye Paslon Bupati dan Wakil Bupati PALI Nomor Urut 01

Ketua Umum LSM GANAS, Brian Sakti secara tegas menilai pernyataan tersebut tidak pantas diucapkan oleh seorang pimpinan rumah sakit pemerintah yang seharusnya mengedepankan sikap profesional dan menenangkan situasi di masyarkat. bukan justru mengeluarkan kalimat yang mengandung kesan provokasi, dan semakin memanaskan situasi.

“Kami sangat menyayangkan pernyataan ini. Dirut RSUD adalah pejabat publik yang seharusnya fokus pada pelayanan kesehatan, merangkul elemen masyarakat. bukan membuat statemen yang menimbulkan keresahan,” tegas Brian.

Menurutnya, tuduhan terhadap tokoh masyarakat tanpa bukti yang jelas dapat memicu konflik sosial dan semakin merusak hubungan antara pihak rumah sakit dan warga. Ia meminta pihak terkait, termasuk pemerintah daerah, untuk segera mengambil langkah tegas agar masalah ini tidak berlarut-larut.

Baca Juga  Bang Munthe & Bang Hafis Tancap Gas! BPN Kota Bekasi Percepat PTSL dan Sapu Tunggakan Permohonan

Pernyataan tersebut sudah telanjur menyebar di kalangan masyarakat dan memicu diskusi hangat, baik di dunia nyata maupun di media sosial”, tandasnya.