​Menko Yusril Buka Suara Terkait Rumor Penyadapan Istana yang Tuding Keterlibatan Jenderal Polri

Nasional123 Dilihat

MARKABERITA.COM, JAKARTA — Menteri Koordinator Bidang Hukum, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Menko Kumham Imipas), Yusril Ihza Mahendra, menanggapi maraknya spekulasi di media sosial terkait dugaan penyadapan terhadap pejabat Istana Kepresidenan dan Presiden Prabowo Subianto yang menyeret sejumlah perwira tinggi (Pati) Polri.

​Yusril mengimbau masyarakat untuk bersabar dan tidak terburu-buru mengambil kesimpulan. Ia menegaskan bahwa kabar penangkapan perwira di internal Mabes Polri tersebut sejauh ini masih sebatas rumor yang beredar di ruang digital, sebab dirinya belum menerima laporan maupun konfirmasi resmi dari instansi terkait.

​”Saya belum dapat menjelaskan apa-apa karena itu memang rumor yang berkembang di berbagai media sosial. Sampai saat ini saya belum mendapatkan konfirmasi kebenaran atas rumor itu,” ujar Yusril usai menghadiri acara di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta Pusat, Selasa (3/11/2026).

Yusri juga meminta publik menahan diri hingga ada keterangan resmi dari pihak berwenang. Mengingat dirinya baru saja menghadiri agenda tertutup selama kurang lebih satu jam, Yusril mengaku menempatkan posisinya sama seperti masyarakat umum yang masih menunggu kejelasan informasi.

Baca Juga  Pigai Minta Tambahan Rp492,9 Miliar, DPR Langsung Semprot Soal Pengajuan Mendadak

​”Saya pun sama seperti Anda, mendengar kabar itu dan membaca di media sosial, namun belum dapat memastikan apa yang sesungguhnya terjadi. Kita tunggu saja penjelasan resmi dari pejabat yang berotoritas,” jelasnya.

​Lebih lanjut, Yusril memastikan hingga saat ini Kemenko Kumham Imipas belum menerima arahan khusus dari Presiden Prabowo Subianto untuk menelusuri atau mendalami isu sensitif tersebut.(Red/MB).