‎Proyek PISEW di Desa Solokan Disorot, Beton Dilaporkan Retak Rambut Beberapa Hari Setelah Pengecoran ‎

Daerah50 Dilihat

Karawang ll Markaberita.com — Pelaksanaan program Pengembangan Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah (PISEW) di Kampung Lamaran, Desa Solokan, Kecamatan Pakisjaya, Kabupaten Karawang, menjadi perhatian masyarakat. Pasalnya, permukaan beton yang baru beberapa hari selesai dicor dilaporkan mengalami retak rambut. Kamis (22/10/2026).

‎Berdasarkan informasi yang dihimpun, kegiatan tersebut didanai melalui Bantuan Pemerintah untuk Masyarakat (BPM) dengan nilai anggaran sebesar Rp500 juta. Pelaksanaan pekerjaan dilakukan oleh Kelompok Masyarakat Kerja Sama Antar Desa (POKMAS KAD) Srijaya.

‎Munculnya retakan pada permukaan beton yang relatif baru memunculkan pertanyaan dari masyarakat mengenai kualitas hasil pekerjaan dan kesesuaiannya dengan spesifikasi teknis yang telah ditetapkan.

‎Meski demikian, retak rambut pada beton tidak serta-merta dapat dijadikan indikator bahwa pekerjaan konstruksi tidak memenuhi standar. Penyebabnya perlu dipastikan melalui pemeriksaan teknis oleh tenaga ahli atau instansi yang berwenang, dengan mempertimbangkan kondisi material, proses pengecoran, perawatan beton, serta karakteristik dan kedalaman retakan.

Baca Juga  Danrem 044/Gapo Brigjen TNI Muhamad Tohir Ucapkan Terimah Kasih Kepada Polres PALI Atas Kerja Keras Atasi Karhutlah

‎Sejumlah warga sekitar berharap dinas atau instansi terkait segera melakukan peninjauan langsung untuk memastikan kondisi hasil pekerjaan tersebut.

‎Salah seorang warga mengungkapkan kekhawatirannya terhadap kondisi beton yang dilaporkan mulai mengalami retak rambut hanya beberapa hari setelah pengecoran.

‎“Pak, pengecoran baru beberapa hari, kok sudah retak rambut? Kami berharap pihak terkait melihat langsung ke lokasi. Kalau kondisinya seperti ini, kami khawatir beton tersebut tidak akan bertahan lama,” ungkap warga sekitar.

‎Warga berharap pemeriksaan dilakukan secara objektif dan menyeluruh, sehingga kondisi sebenarnya di lapangan dapat diketahui dan tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat.

‎Pemeriksaan terhadap pekerjaan tersebut dinilai perlu mencakup sejumlah aspek, mulai dari mutu material, komposisi campuran beton, ketebalan dan kondisi lapisan, metode pelaksanaan pengecoran, hingga proses perawatan beton setelah pengecoran.

Baca Juga  Upaya Bawaslu dalam Meningkatkan Efektivitas Pengawasan Kampanye di Kabupaten Bekasi

‎Selain itu, perlu dilakukan penilaian terhadap karakteristik retakan untuk mengetahui apakah kondisi tersebut masih tergolong retak permukaan yang dapat ditoleransi atau memerlukan penanganan lebih lanjut.

‎Evaluasi teknis menjadi penting agar infrastruktur yang dibangun melalui program pemerintah dapat memenuhi standar mutu, memiliki daya tahan yang memadai, serta memberikan manfaat bagi masyarakat dalam jangka panjang.

‎Adapun anggaran BPM sebesar Rp500 juta yang disebutkan dalam informasi kegiatan perlu dipastikan melalui dokumen resmi pelaksanaan program. Ketentuan mengenai biaya operasional atau Biaya Operasional (BOP) juga perlu merujuk pada petunjuk teknis dan ketentuan anggaran yang berlaku untuk kegiatan tersebut.

 

‎Menunggu Klarifikasi Pihak Pelaksana. hingga berita ini diterbitkan, penyebab pasti retakan pada permukaan beton tersebut belum diketahui. Belum ada hasil pemeriksaan teknis yang dapat memastikan apakah retakan berkaitan dengan proses pelaksanaan pekerjaan atau faktor lainnya.

Baca Juga  Satgas SIRI Kejaksaan Agung Berhasil Mengamankan Buronan (DPO) Penangkap Ikan Ilegal Atas Nama Terpidana NURSAENAL dan YUNUS

‎Klarifikasi dari pihak pelaksana, POKMAS KAD Srijaya, serta instansi terkait diperlukan untuk memperoleh penjelasan mengenai spesifikasi pekerjaan, tahapan pelaksanaan, pengawasan mutu, dan langkah tindak lanjut apabila ditemukan ketidaksesuaian.

‎Pemberitaan ini diharapkan menjadi perhatian bersama agar setiap pelaksanaan program pembangunan yang menggunakan anggaran pemerintah berjalan sesuai ketentuan, mengedepankan transparansi, serta mengutamakan kualitas dan kepentingan masyarakat.

‎Penulis: Carim

‎