Perkuat Kepercayaan Pasar, BRI Lanjutkan Aksi Buyback Saham Rp1 Triliun di Tengah Volatilitas

Bisnis, Nasional123 Dilihat

MARKABERITA.COM, ​JAKARTA — PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga nilai pemegang saham (shareholder value) di tengah dinamika perekonomian global yang penuh tantangan. Bank berplat merah ini optimistis fundamental bisnis yang kokoh dan rasio permodalan yang sehat akan menjadi tumpuan utama pertumbuhan jangka panjang perseroan.

​Sebagai langkah konkret, BRI secara konsisten merealisasikan program pembelian kembali saham (buyback). Kebijakan ini merupakan bagian dari mandat Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 24 Maret 2025, yang telah menyetujui total alokasi buyback hingga Rp3 triliun.

​Terbaru, berdasarkan keterbukaan informasi pada 22 Oktober 2026, BRI resmi mengumumkan rencana buyback Tahap II dengan alokasi dana maksimal Rp1 triliun. Aksi korporasi ini dijadwalkan berlangsung mulai 22 Oktober 2026 hingga 21 Januari 2027. Sebelumnya, BRI telah menyelesaikan buyback Tahap I senilai Rp500 miliar pada periode 12 Juni hingga 11 September 2026.

Baca Juga  DPP AAI Palmer Situmorang Minta Polisi Menangguhkan Penahanan Kamaruddin Simanjuntak

​Corporate Secretary BRI, Dhanny, menjelaskan bahwa pelaksanaan buyback secara bertahap dirancang untuk merespons dinamika pasar keuangan yang bergerak fluktuatif akibat ketidakpastian ekonomi global, tensi geopolitik, serta volatilitas arus modal asing.

​”Langkah buyback saham ini mencerminkan keyakinan penuh BRI terhadap fundamental bisnis dan prospek pertumbuhan jangka panjang. Perseroan tetap mengedepankan kecukupan permodalan, prinsip kehati-hatian, serta penerapan tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance),” kata Dhanny dalam keterangan resminya,Selasa (27/10/26).

​Optimisme perseroan juga didasari oleh realisasi kinerja keuangan yang impresif hingga akhir triwulan II-2026. Sepanjang semester pertama, BRI berhasil mengantongi laba bersih sebesar Rp31,2 triliun.

​Kinerja cemerlang tersebut ditopang oleh penyaluran kredit dan pembiayaan yang tumbuh pesat 16,2% secara tahunan (YoY) mencapai Rp1.646 triliun. Di sisi penyerapan dana, Dana Pihak Ketiga (DPK) meningkat 6,7% (YoY) menjadi Rp1.581 triliun, yang turut mendongkrak total aset perseroan tumbuh 11,7% (YoY) hingga menyentuh Rp2.352 triliun.

Baca Juga  Gawat! Duit Ratusan Miliar 'Gampang Banget' Cair ke Crowde, CBA Minta Kejati DKI Sikat Habis Sampai ke Akar-akarnya!

​Dari sisi manajemen risiko dan likuiditas, perseroan menjaga posisi keuangan pada level yang aman. Capital Adequacy Ratio (CAR) BRI tercatat sebesar 21,5%, jauh di atas ambang batas ketentuan regulasi. Sementara itu, Loan to Deposit Ratio (LDR) berada di tingkat 90,8%, memberi ruang gerak yang sangat memadai bagi bank untuk melanjutkan fungsi intermediasi secara efisien.

​Dhanny menambahkan bahwa ke depan, BRI akan terus berfokus pada penguatan kinerja bisnis inti dan mendorong pertumbuhan yang sehat serta berkelanjutan.

​”Dengan fundamental dan permodalan yang kuat, kami optimistis memiliki ruang untuk terus bertumbuh serta memberikan hasil yang optimal bagi pemegang saham dalam jangka panjang,” pungkasnya.(red/MB)

Baca Juga  CBA: Kebijakan Bahlil Lahadalia Ancam Pasokan Batu Bara PLN dan Stabilitas Listrik Nasional