Kredit Macet Bank Ganesha Tembus Rp81 Miliar pada 2025, Begini Kinerja Keuangannya

Nasional53 Dilihat

​MARKABERITA.COM, JAKARTA — Persoalan kredit bermasalah, kewajiban keuangan, pengawasan regulator, hingga isu perlindungan dana nasabah merupakan deretan indikator krusial dalam menilai tingkat kesehatan sebuah lembaga perbankan. Bagi PT Bank Ganesha Tbk (kode saham: BGTG), keterbukaan data keuangan menjadi acuan utama publik untuk melihat keseimbangan antara potensi risiko dan capaian kinerja bisnis perusahaan.

​Emiten perbankan yang melantai di Bursa Efek Indonesia ini mencatatkan portofolio pinjaman bermasalah atau non-performing loan (NPL) hingga puluhan miliar rupiah sepanjang tahun buku 2025. Kendati demikian, laporan keuangan resmi perusahaan menunjukkan bahwa operasional bank swasta tersebut masih mampu membukukan kenaikan laba bersih.

​Berdasarkan Laporan Keuangan Tahunan 2025 yang dipublikasikan per 31 Desember 2025, total kredit bermasalah Bank Ganesha pada sejumlah kategori kolektibilitas mencapai sekitar Rp81,405 miliar. Jumlah ini terdiri dari kredit kategori kurang lancar sebesar Rp3,539 miliar, kategori diragukan Rp9,031 miliar, dan kategori macet yang menyentuh Rp68,835 miliar.

Baca Juga  Lq Indonesia lawfirm : Sejak Alvin Lim ditahan Kasus Indosurya Banyak Kejanggalan Bahkan Masyarakat di Hoax

​Nilai kredit bermasalah tersebut belum mencakup portofolio pinjaman dalam kategori Dalam Perhatian Khusus (special mention) yang tercatat sebesar Rp128,937 miliar. Meski portofolio tersebut membutuhkan pengelolaan risiko yang ekstra ketat, tingginya angka kredit bermasalah tidak serta-merta menandakan suatu bank sedang mengalami krisis solvabilitas.

​Secara keseluruhan, penyaluran kredit Bank Ganesha pada 2025 tumbuh sebesar 15,87 persen secara tahunan (year-on-year) dengan rasio NPL gross berada di level 1,40 persen. Angka rasio ini menunjukkan bahwa kualitas aset perusahaan secara umum masih terjaga di bawah ambang batas aman yang ditetapkan regulator, sehingga penilaian kesehatan bank harus diperhitungkan secara utuh bersama kecukupan pencadangan dan kualitas agunan.

​Dari sisi rentabilitas, Bank Ganesha justru mengantongi laba bersih sebesar Rp227,09 miliar sepanjang 2025, naik dari perolehan laba tahun 2024 yang tercatat sebesar Rp201,71 miliar. Sementara itu, total aset emiten pengembang aplikasi perbankan digital NEW BANGGA ini melambung hingga sekitar Rp11,34 triliun pada 2025, setelah pada tahun sebelumnya mengelola total penyaluran kredit sekitar Rp5,02 triliun dengan NPL gross 1,16 persen.

Baca Juga  BPPH Anggap Penetapan Pasal Terhadap Pelaku Pembacokan Anggota PP Terburu-buru

​Data keuangan dua periode berturut-turut tersebut mematahkan anggapan bahwa Bank Ganesha mengalami kerugian tahunan. Namun demikian, capaian laba bersih tetap menuntut manajemen untuk terus meningkatkan prinsip kehati-hatian (prudential banking), memastikan cadangan kerugian penurunan nilai (CKPN) mencukupi, serta menjamin seluruh kewajiban kepada para deposan dan pemilik dana dapat dipenuhi dengan baik.

​Terkait spekulasi publik mengenai sanksi atau teguran dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), penelusuran terhadap dokumen resmi publik hingga kini belum menemukan bukti atau salinan keputusan regulator yang menyatakan adanya teguran khusus kepada Bank Ganesha atas isu kredit macet maupun penyimpangan transaksi. Setiap penetapan sanksi perbankan oleh OJK secara prosedural harus didasarkan pada nomor keputusan resmi, tanggal penetapan, serta pokok pelanggaran yang terverifikasi.

Baca Juga  ACARA PISAH SAMBUT KABINDA JAWA BARAT MAYJEN TNI( PURN) RUDDY PRASEMILSA MAHKS ,M,HAN KEPADA BRIGJEN TNI R,TOTO OKTAVIANA,S,SOS.

​Begitu pula dengan dugaan hilangnya dana nasabah, hingga saat ini belum ditemukan bukti terverifikasi yang menunjukkan adanya kasus kerugian saldo nasabah secara masif pada Bank Ganesha. Setiap pengaduan transaksi mencurigakan tetap diselesaikan melalui jalur penanganan internal yang transparan, termasuk hak nasabah untuk mendapatkan nomor registrasi aduan hingga penelusuran riwayat transaksi digital.

​Bank Ganesha sendiri menyediakan saluran komunikasi resmi melalui Call Ganesha di nomor 1500169, layanan kantor cabang, serta email customercare@bankganesha.co.id. Apabila jalur internal belum memberikan solusi yang memuaskan, masyarakat maupun nasabah dapat melanjutkan aduan resmi melalui layanan Kontak OJK 157. Transparansi manajemen risiko serta keamanan transaksi nasabah tetap menjadi kunci utama dalam menjaga kepercayaan pasar terhadap pergerakan saham BGTG dan industri perbankan nasional.(red).

​

#BankGanesha #BGTG #LaporanKeuangan2025 #KreditMacet #NPL #PasarModal #OJK #MarkaBerita