BANGKOK, THAILAND — Markaberita.com
Ketua Serikat Buruh Mandiri Indofood (SBMI), Yudi Supriyadi, S.H., menyampaikan presentasi dalam konferensi International Union of Food (IUF) Regional Asia Pacific yang berlangsung di Bangkok, Thailand. Dalam forum internasional tersebut, Yudi mengangkat isu penting mengenai kebebasan berserikat dan kesetaraan gender di lingkungan kerja Indofood Indonesia.
Keterlibatan Ketua SBMI dalam konferensi regional Asia Pasifik ini menjadi bagian penting dalam memperluas pembahasan mengenai tantangan ketenagakerjaan, khususnya terkait perlindungan hak pekerja untuk berorganisasi serta pemenuhan prinsip kesetaraan kesempatan bagi pekerja perempuan dan laki-laki.
Dalam pemaparannya, isu kebebasan berserikat menjadi salah satu perhatian utama. Hak pekerja untuk membentuk dan bergabung dalam serikat pekerja merupakan elemen mendasar dalam membangun hubungan industrial yang demokratis, adil, dan berimbang.
Keberadaan serikat pekerja tidak hanya menjadi wadah aspirasi, tetapi juga memiliki peran strategis dalam memperjuangkan hak-hak pekerja, membangun komunikasi dengan pihak perusahaan, serta mendorong terciptanya hubungan industrial yang harmonis.
Di sisi lain, kesetaraan gender juga menjadi perhatian penting dalam menciptakan lingkungan kerja yang inklusif dan berkeadilan. Kesempatan yang setara bagi pekerja perempuan dan laki-laki, tanpa diskriminasi, menjadi bagian dari upaya menghormati martabat serta hak setiap individu di tempat kerja.
Dorong Perlindungan Hak Pekerja di Tingkat Regional
Forum IUF Regional Asia Pacific di Bangkok memberikan ruang bagi berbagai organisasi pekerja untuk berbagi pengalaman, menyampaikan pandangan, serta membahas tantangan yang dihadapi gerakan buruh di kawasan Asia Pasifik.
Melalui partisipasi tersebut, isu kebebasan berserikat dan kesetaraan gender di lingkungan Indofood Indonesia turut menjadi bagian dari diskusi yang lebih luas, tidak hanya pada tingkat perusahaan maupun nasional, tetapi juga dalam perspektif gerakan buruh regional.
Penguatan kedua prinsip tersebut dinilai membutuhkan komitmen dan langkah nyata. Mulai dari penghormatan terhadap hak pekerja dalam berorganisasi, terbukanya ruang dialog yang konstruktif antara pekerja dan perusahaan, hingga penerapan kebijakan ketenagakerjaan yang menjamin perlakuan adil tanpa diskriminasi.
Kehadiran Yudi Supriyadi dalam forum internasional ini juga menjadi momentum bagi SBMI untuk memperluas perspektif organisasi terhadap perkembangan gerakan buruh, sekaligus memahami berbagai tantangan ketenagakerjaan di tengah perubahan dunia industri.
Partisipasi tersebut diharapkan dapat memperkuat peran SBMI dalam memperjuangkan hak-hak pekerja, mendorong hubungan industrial yang lebih demokratis, serta membangun lingkungan kerja yang menjunjung tinggi kebebasan berserikat dan kesetaraan gender.
Dengan membawa isu-isu strategis tersebut ke forum regional Asia Pasifik, SBMI menunjukkan pentingnya keterlibatan organisasi pekerja dalam dialog lintas negara guna mendorong perlindungan hak pekerja yang lebih baik.
(Red/AM)






