MARKABERITA.COM – Dunia kuliner Indonesia berduka atas berpulangnya salah satu tokoh dan perintis usaha kuliner legendaris tanah air, Hj. Suharti. Pendiri jaringan restoran Ayam Goreng Suharti tersebut meninggal dunia pada Jumat (30/10) di usia 86 tahun.
Kabar duka ini dikonfirmasi secara resmi oleh pihak keluarga dan manajemen melalui akun Instagram resmi @ayamgorengsuhartiofficial. Berdasarkan informasi yang dirilis, jenazah almarhumah dijadwalkan akan dimakamkan di Kompleks Makam Keluarga Candisari, Kalasan, Kabupaten Sleman, D.I. Yogyakarta, pada Sabtu (31/10).
Kepergian Hj. Suharti menyisakan duka mendalam sekaligus warisan sejarah panjang bagi industri kuliner di Indonesia. Perjalanan bisnis almarhumah dimulai sejak tahun 1956 dari skala usaha mikro yang penuh keterbatasan.
Dengan ketekunan dan keahlian meracik bumbu khas, almarhumah merintis usahanya secara mandiri dengan menjajakan ayam goreng menggunakan sepeda ontel. Rute dagang keliling yang dilakoninya saat itu membentang jauh dari Yogyakarta hingga ke Surakarta (Solo).
Berkat konsistensi rasa dan kerja keras bertahun-tahun, racikan ayam goreng bertekstur renyah (kremes) khas Hj. Suharti berhasil memikat hati masyarakat luas hingga berkembang pesat menjadi salah satu ikon kuliner paling populer di tanah air.
Hingga akhir hayatnya, dedikasi Hj. Suharti telah menghasilkan jaringan restoran yang solid dan terus berkembang. Berdasarkan data resmi perusahaan, saat ini jaringan Ayam Goreng Suharti beroperasi di 12 lokasi strategis yang tersebar di berbagai kota besar di Indonesia, meliputi: Yogyakarta,Solo, Semarang, Jakarta, Bandung, Bali dan Pekanbaru.
Manajemen dan keluarga besar memohon doa dari seluruh masyarakat, pelanggan setia, serta kolega agar almarhumah Hj. Suharti diberikan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan.(Red/MB).







