Habib Abu Djibril Basyaiban dan Panglima Jilah Bersinergi Tangani Karhutla, Ikhtiar dan Doa Mengiringi Turunnya Hujan di Kalimantan

Nasional, News63 Dilihat

KALIMANTAN — Markaberita.com

Upaya penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan terus mendapat perhatian berbagai elemen masyarakat. Pemimpin Besar Pasukan Merah Tariu Borneo Bangkule Rajakng (TBBR), Panglima Jilah, bersama tokoh agama dan masyarakat, memperkuat sinergi dalam membantu mengatasi bencana karhutla yang melanda sejumlah wilayah di Kalimantan.Kamis (29/10/2026)

Langkah tersebut menyusul pertemuan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dengan Panglima Jilah di Istana Kepresidenan. Salah satu agenda yang menjadi perhatian dalam pertemuan tersebut adalah penanganan kebakaran hutan dan lahan, khususnya di wilayah Kalimantan.

Menindaklanjuti perhatian dan arahan Presiden, Panglima Jilah menyatakan kesiapannya untuk memberikan dukungan melalui berbagai upaya bersama masyarakat, guna membantu mempercepat penanggulangan karhutla.

Menurut Panglima Jilah, perhatian pemerintah terhadap Kalimantan, khususnya Kalimantan Barat, tidak hanya berkaitan dengan persoalan kebakaran hutan dan lahan. Presiden Prabowo juga dinilai memberikan perhatian terhadap berbagai kebutuhan dan kepentingan masyarakat di wilayah tersebut.

Dalam upaya memperkuat penanganan karhutla, Panglima Jilah turut menggandeng sejumlah tokoh masyarakat, ulama, dan kalangan pesantren. Salah satu tokoh yang terlibat dalam sinergi tersebut adalah Habib Abu Djibril Basyaiban, tokoh santri yang disebut pernah menjadi pembina Pesantren RI dan penasihat pada era Presiden Joko Widodo.

Baca Juga  Bareskrim Segera Tetapkan Tersangka Kasus Tanah Gogagoman Kubu Mokoginta Cs Ketar-Ketir

Habib Abu Djibril Apresiasi Kepedulian Panglima Jilah

Habib Abu Djibril Basyaiban menyampaikan apresiasi atas kepedulian Panglima Jilah dalam membantu penanggulangan karhutla di Kalimantan.

Menurutnya, sinergi antara tokoh masyarakat, ulama, dan berbagai elemen bangsa merupakan bentuk kepedulian nyata terhadap lingkungan serta masyarakat yang terdampak.

“Menurut saya, kepedulian Panglima Jilah sangat luar biasa dalam membantu penanggulangan karhutla. Kami bersinergi, berikhtiar, dan memohon kepada Dzat Yang Maha Menjadikan alam semesta ini,” tutur Habib Abu Djibril kepada awak media.

Ia juga mengungkapkan rasa syukur atas turunnya hujan yang mengguyur sejumlah wilayah Kalimantan pada Rabu (28/10/2026). Hujan tersebut disambut penuh kebahagiaan oleh masyarakat karena diharapkan dapat membantu meredakan kebakaran hutan dan lahan.

“Alhamdulillah, hujan rahmat mengguyur Kalimantan. Puncaknya pada hari Rabu, hampir seluruh masyarakat Kalimantan merasakan kebahagiaan dengan turunnya hujan. Semoga ini menjadi pertolongan Allah SWT dalam meredakan karhutla,” ungkapnya.

Habib Abu Djibril menegaskan bahwa sebagai seorang santri, dirinya meyakini pentingnya ikhtiar lahir dan batin dalam menghadapi berbagai persoalan kehidupan.

Menurutnya, kemarau panjang yang menyebabkan hutan dan lahan gambut menjadi kering serta mudah terbakar harus dihadapi melalui langkah-langkah nyata, disertai doa dan pendekatan spiritual.

Baca Juga  Tiang Listrik Berdiri Tegak Di Badan Jalan Raya Bungin, Bahayakan Pengendara

“Sebagai santri, kami diajarkan bahwa dalam menghadapi persoalan apa pun, kita harus memohon pertolongan kepada Tuhan Yang Maha Esa, Tuhan semesta alam. Ikhtiar harus dilakukan, dan doa juga harus dipanjatkan dengan cara yang benar,” jelasnya.

Ia menyebut, salah satu bentuk ikhtiar spiritual yang dapat dilakukan adalah riyadhoh dan bermunajat kepada Allah SWT, termasuk melalui pelaksanaan salat istisqa sesuai tuntunan agama.

Habib Abu Djibril juga mengibaratkan pentingnya keteraturan dalam berikhtiar seperti permainan sepak bola.

“Bola pasti bisa ditendang oleh siapa saja. Namun, jika dilakukan tanpa aturan dan strategi, belum tentu bisa memasukkan bola ke dalam gawang. Begitu juga dalam berdoa dan bermunajat, harus dilakukan dengan tata cara yang benar, teratur, dan sesuai tuntunan,” tuturnya.

Ia menambahkan, kebersamaan, ketulusan, serta keyakinan dalam berdoa menjadi bagian penting dari ikhtiar menghadapi berbagai persoalan.

“Alhamdulillah, dengan kebersamaan, Allah SWT mengabulkan apa yang kita harapkan. Doa dan munajat dengan cara yang benar merupakan senjata yang sangat ampuh dalam menghadapi berbagai persoalan,” imbuhnya.

Baca Juga  Pengaspalan jalan desa wanakerta meningkatkan aksesibilitas dan kesejahteraan warga

Perkuat Silaturahmi Pesantren dan Jaga Pilar Kebangsaan

Ke depan, Habib Abu Djibril Basyaiban menyatakan akan terus bersinergi dengan Panglima Jilah dalam mempererat silaturahmi ke berbagai pondok pesantren.

Menurutnya, hubungan yang kuat antara ulama, masyarakat adat, dan kalangan pesantren merupakan modal penting dalam menjaga persatuan serta memperkuat nilai-nilai kebangsaan.

Ia menegaskan bahwa semangat kebersamaan tersebut harus senantiasa berlandaskan nilai-nilai Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), serta Undang-Undang Dasar 1945.

“Ke depan, kami akan terus bersinergi dengan Panglima Jilah, menjaga silaturahmi ke pesantren-pesantren, serta bersama-sama berpegang teguh pada pilar kebangsaan. Ini merupakan bagian dari tujuan dan nilai-nilai yang telah diajarkan oleh para pendiri bangsa,” pungkasnya.

Sinergi antara Panglima Jilah, Habib Abu Djibril Basyaiban, tokoh masyarakat, dan kalangan pesantren diharapkan dapat terus memperkuat kepedulian terhadap lingkungan, menjaga keharmonisan sosial, serta mendorong upaya penanggulangan karhutla di Kalimantan.

Di tengah tantangan kemarau dan ancaman kebakaran hutan, kolaborasi lintas elemen menjadi pengingat bahwa menjaga alam, merawat persatuan, dan membangun kepedulian terhadap sesama merupakan tanggung jawab bersama seluruh anak bangsa.

(Red)