Bawa Armada Damkar Asli dan Bus Interaktif, Gala Premiere GJLS: Berapi-Api Meriahkan Epicentrum XXI

Daerah93 Dilihat

JAKARTA ll Markaberita.com– Menjelang penayangan serentak di bioskop Indonesia, rumah produksi Amadeus Sinemagna menggelar konferensi pers dan gala premiere film komedi aksi keluarga GJLS: Berapi-Api di Epicentrum XXI, Jakarta Selatan, Kamis (29/10/2026).

‎Acara peluncuran film ini berlangsung meriah dengan menghadirkan atraksi yang tidak biasa. Selain menampilkan armada mobil pemadam kebakaran (damkar) asli, pihak penyelenggara juga menghadirkan instalasi Bus Wahana Damkar GJLS yang dapat dinaiki dan dicoba langsung oleh pengunjung maupun awak media.

‎Di area pelataran bioskop, pengunjung mendapatkan pengalaman interaktif menjadi petugas pemadam kebakaran. Mereka dapat mencoba mengenakan helm keselamatan, mengenal berbagai perlengkapan pemadaman, hingga mengabadikan momen di depan armada mobil damkar berukuran besar.

‎Aktivasi tersebut tidak sekadar menjadi daya tarik dalam peluncuran film, tetapi juga membawa pesan tentang dedikasi, keberanian, dan nilai-nilai BerAKHLAK yang menjadi bagian penting dari pengabdian para petugas pemadam kebakaran kepada masyarakat.

‎Hadirkan Komedi Keluarga dengan Pesan Kemanusiaan

‎Disutradarai Monty Tiwa dan diproduseri Indra Yudhistira, GJLS: Berapi-Api menawarkan pendekatan komedi yang dipadukan dengan aksi, persahabatan, serta pesan kemanusiaan.

‎Film ini mengangkat nilai BerAKHLAK, yakni Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif. Nilai-nilai tersebut dihadirkan melalui kehidupan dan pengabdian para petugas pemadam kebakaran.

‎Executive Producer sekaligus CEO Amadeus Sinemagna, Indra Yudhistira, mengatakan bahwa film ini hadir dengan skala produksi yang lebih ambisius dan cerita yang memiliki kedekatan emosional dengan masyarakat.

Baca Juga  KLARIFIKASI DI VILLA BATU APUNG BUNTU, KADES CIAWI TALI TETAP BANTAH JADI PENYEDIA JASA TPT

‎“GJLS: Berapi-Api hadir dengan skala produksi yang jauh lebih ambisius dan cerita yang lebih dekat secara emosional dengan masyarakat. Kami ingin film ini menjadi tontonan wajib di bioskop yang tak hanya mengocok perut, tetapi juga memberikan pesan positif dan kehangatan yang dapat dinikmati bersama keluarga tercinta,” ungkap Indra.

‎Sementara itu, sutradara Monty Tiwa menjelaskan bahwa tantangan utama dalam menggarap film ini adalah mempertahankan karakter humor khas trio GJLS sekaligus menghadirkan cerita yang lebih segar dan memiliki kedalaman emosional.

‎“Tantangan terbesar mengarahkan trio GJLS adalah menjaga keaslian humor mereka tanpa terjebak repetisi formula lama. Di film ini, komedi mereka kami bawa ke ranah yang punya aksi nyata, empati, dan konflik yang menyentuh. Penonton diajak tertawa lepas sekaligus istirahat sejenak dari keresahan duniawi,” tutur Monty.

‎Perjalanan Tiga Sahabat Menuju Misi Penyelamatan Anak

‎Dari sisi cerita, GJLS: Berapi-Api mengikuti perjalanan tiga sahabat sejak kecil, yakni Rigen (Rigen Rakelna), Rispo (Ananta Rispo), dan Hifdzi (Hifdzi Khoir), yang memiliki impian besar menjadi petugas pemadam kebakaran heroik.

‎Namun, perjalanan mereka tidak berjalan mulus. Setelah gagal dalam proses pelatihan bersama regu elite legendaris Algojo Api, ketiganya justru harus menjalani berbagai tugas pelayanan non-kebakaran yang kerap dipandang sebelah mata.

Baca Juga  Warga Apresiasi Pembangunan Jarum Di Desa Pantai Bakti

‎Berusaha membuktikan kemampuan dan mencari jalan pintas untuk meraih impian, mereka bersama Bu Guru Nana (Grace Emmanuela) justru terseret dalam sebuah konspirasi berbahaya yang berkaitan dengan sindikat perdagangan anak.

‎Rigen Rakelna mengungkapkan bahwa karakter yang diperankannya merepresentasikan perjuangan seseorang dalam mengejar cita-cita meskipun harus menghadapi berbagai hambatan.

‎“Karakter Rigen di sini mewakili siapa pun yang punya mimpi berapi-api tapi jalannya gak selalu mulus. Perjuangan di film ini mirip banget sama perjalanan kami bertiga di dunia hiburan, harus konsisten, berani mencoba, dan gak gengsi meski dipandang sebelah mata,” jelasnya.

‎Ananta Rispo menambahkan bahwa karakter Rispo memiliki sisi emosional yang lebih lembut, terutama dalam hal kepedulian terhadap anak-anak panti asuhan.

‎“Di film ini karakter Rispo punya sisi lembut yang berbeda, terutama kepeduliannya yang besar terhadap anak-anak panti. Lucunya tetap ada, tapi penonton bakal lihat kalau di balik kebodohan kita bertiga, ada persaudaraan yang gak pernah padam,” ujarnya.

‎Hal senada disampaikan Hifdzi Khoir. Menurutnya, karakter Hifdzi membawa pesan bahwa pengalaman pahit di masa lalu tidak menghalangi seseorang untuk melakukan kebaikan dan membantu sesama.

‎“Hifdzi di sini membuktikan kalau mantan korban bully pun bisa punya hati besar buat nolong sesama. Di dunia nyata maupun di film, kami bertiga memang hobi saling ledek, tapi kalau urusan saling jaga, persahabatan kami pantang padam,” pungkasnya.

‎Diperkuat Deretan Aktor dan Soundtrack Barasuara

Baca Juga  Edarkan Sabu-Sabu di Wilayah Kabupaten PALI,Warga Segayam Muara Enim Ini Diringkus Satres Narkoba Polres PALI

‎Selain trio GJLS, film ini juga diperkuat sejumlah aktor dan aktris lintas generasi. Mereka antara lain Carissa Perusset sebagai Bondan, Aurra Kharisma sebagai Jayanti, Inayma sebagai Joana, Sadha Triyudha sebagai Sugeng, Nigel Siwabessy sebagai Sentot, Ebel Cobra sebagai Komandan Toni, Grace Emmanuela sebagai Nana, Khairul Umam, Rio Dumatubun, Yono Bakrie sebagai Romli, serta Rizky Ritonga sebagai Tonga.

‎Film ini juga menghadirkan dua aktor cilik, Raffan Al Aryan yang memerankan Daffa dan Mikhaira Embun sebagai Farra.

‎Untuk memperkuat atmosfer cerita, GJLS: Berapi-Api turut menghadirkan lagu tema orisinal berjudul “Api dan Mimpi” yang digarap oleh grup musik rock kenamaan, Barasuara.

‎Kehadiran musik tersebut diharapkan mampu menambah energi dan memperkuat pesan emosional yang dibangun sepanjang film.

‎Tayang Serentak 5 November 2026

‎Melalui perpaduan komedi khas GJLS, aksi, persahabatan, dan pesan kemanusiaan, GJLS: Berapi-Api diharapkan menjadi salah satu pilihan hiburan keluarga di bioskop Tanah Air.

‎Film produksi Amadeus Sinemagna ini dijadwalkan tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia mulai 5 November 2026.

‎Masyarakat dapat mengikuti perkembangan informasi, kegiatan promosi, serta berbagai aktivasi menarik seputar film ini melalui akun media sosial resmi @sinemagna, @gjlsberapiapi, dan @gjlsentertainment.

‎(Redaksi)

‎