KAB BEKASI, Markaberita.com — Jadi kepala desa itu bukan ajang tebar pesona atau obral janji pas kampanye doang. Prinsip inilah yang dipegang teguh oleh Kepala Desa (Kades) petahana Desa Tambun, Kabupaten Bekasi, Jaut Sarja Winata. Mantap melangkah untuk periode ketiganya, Jaut kembali membuktikan bahwa kursi kepemimpinan bukan soal kekuasaan, tapi soal dedikasi buat ngerampungin to-do-list warga yang belum tuntas.
Dalam wawancara eksklusif, Kamis (10/09/2026), Jaut blak-blakan soal deretan misi krusial yang jadi fokus utamanya ke depan. Mulai dari urusan penting kayak penyediaan lahan pemakaman baru, penyelamatan lahan pesawahan dari alih fungsi liar, sampai upgrade infrastruktur desa secara menyeluruh. “Banyak PR warga yang harus diselesaikan tuntas. Dari lahan makam, nyelametin sawah produktif biar gak asal diuruk, sampai infrastruktur yang lebih layak buat mobilitas warga,” ungkap Jaut memaparkan visinya.
Pas ditanya soal gebrakan 100 hari kerja pertamanya kalau kepilih lagi, Jaut ngejelasin kalau pembangunan desa itu punya aturan dan alokasi dana yang jelas (budgeting terstruktur lewat RPJMDes). Dana dari pusat, kabupaten, dan provinsi bakal dimaksimalkan secara transparan untuk menyokong prioritas multi-sektor, mulai dari infrastruktur jalan, program sosial, sampai support penuh buat kader, organisasi masyarakat, dan kegiatan kepemudaan.
Punya wilayah yang luas dan beragam tantangannya gak bikin Pemdes Tambun loyo. Soal mitigasi bencana, program Desa Tangguh Bencana (Destana) terbukti sat-set di lapangan. Gak cuma wacana, Pemdes punya perahu karet sendiri dan langsung gercep bikin dapur umum pas banjir melanda. Di bidang kesehatan anak, kolaborasi bareng PKK, Posyandu, dan program PMT (Pemberian Makanan Tambahan) berhasil bikin angka stunting di Desa Tambun terjun bebas. “Stunting murni sekarang udah hampir gak ada, tinggal sisa gejala ringan yang langsung kita kawal,” tegasnya.
Selain itu, Pemdes Tambun juga konsisten merangkul warga dari berbagai latar belakang suku lewat sinergi bareng Karang Taruna, optimalisasi fasilitas umum seperti Lapangan Copen, Stadion Mini Tambun, taman desa, hingga perencanaan pembangunan taman bacaan dan arena bermain anak. Buat Jaut, pelayanan publik itu harus inklusif dan gak pilih kasih. Warga perumahan atau perkampungan, asal punya KTP Tambun, haknya sama rata di mata pemerintah desa. “Sepanjang ber-KTP Tambun, jangankan yang hidup, yang mati pun jadi tanggung jawab pemerintah desa buat diurus tanpa mandang suku atau golongan,” tambahnya.
Menutup obrolan, Jaut ngasih reminder keren buat warga Tambun yang dikenal makin cerdas dan kritis. Jelang kontestasi politik, beliau ngajak semuanya buat relate ke politik yang bersih dan positif, tanpa dinodai politik uang, penjualan karakter, atau fitnah, Jangan Bicara Tapi Lakukan, Jangan Katakan Tapi Tunjukan dan Ini Bukan Janji Tapi Sudah Terbukti, tutupnya. (Red).




