Negara Hanya Gelontorkan Rp7 Ribu Sekali Makan untuk Napi Lapas Cibinong, CBA: Narapidana Kaya Pilih Sewa Sel “Ala Apartemen”

Hukum, Nasional125 Dilihat

​CIBINONG, Markaberita.com — Alokasi anggaran perut bagi narapidana kembali menuai kritik pedas. Center for Budget Analysis (CBA) menyoroti ketimpangan ekstrem antara minimnya dana logistik warga binaan dengan dugaan maraknya fasilitas mewah berstandar apartemen di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Cibinong, Kabupaten Bogor.

​Koordinator CBA, Jajang Nurjaman, membeberkan bahwa hitungan kasar anggaran bahan makanan bagi satu orang Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di lapas tersebut hanya berkisar di angka Rp8.030.000 dalam setahun.

​”Jika dikalkulasikan per hari, anggaran makan satu orang narapidana cuma Rp22.000. Artinya, untuk tiga kali jadwal makan sehari, pemerintah hanya sanggup menggelontorkan sekitar Rp7.333 untuk sekali suap per orang,” ujar Jajang, Jumat (25/9/2026).

Baca Juga  Diduga Mark-Up Tiket dan Langgar KAK, CBA Desak Kejagung Periksa Bappeda DKI Terkait Studi Banding Paris

​Ironisnya, di tengah keprihatinan anggaran perut yang pas-pasan tersebut, CBA mencium aroma diskriminasi fasilitas yang mencolok di dalam jeruji besi. Jajang menduga para narapidana dari kalangan elite atau berdompet tebal memilih untuk menolak jatah makan negara karena kualitasnya yang ala kadarnya. Sebagai gantinya, mereka leluasa menikmati kenyamanan sel eksklusif menyerupai kamar apartemen lengkap dengan perabotan mewah pribadi.

​Padahal, jika merujuk pada catatan finansial CBA, perputaran dana pengadaan pangan di lapas tersebut bernilai fantastis secara kumulatif. Tercatat anggaran pengadaan bahan makanan tahanan, anak, narapidana, hingga anak binaan menembus angka Rp15,8 miliar, sementara pagu anggaran khusus bahan makanan WBP Lapas Cibinong pada Tahun Anggaran 2025 tercatat sebesar Rp14,4 miliar.

Baca Juga  Gawat! Duit Ratusan Miliar 'Gampang Banget' Cair ke Crowde, CBA Minta Kejati DKI Sikat Habis Sampai ke Akar-akarnya!

​Melihat jurang pemisah antara realitas piring makan napi miskin dan fasilitas mewah para napi kaya ini, CBA mendesak aparat penegak hukum serta kementerian terkait untuk segera turun tangan. Transparansi pengelolaan anggaran miliaran rupiah tersebut dinilai wajib diaudit secara ketat guna mengikis praktik diskriminatif di balik tembok penjara.(red).