BANJARSARI, SUKATANI, KABUPATEN BEKASI —markaberita.com
Menjelang pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak Kabupaten Bekasi 2026, Penjabat (Pj) Kepala Desa Banjarsari, Juandi, menyatakan komitmennya untuk menjaga sikap netral dalam seluruh tahapan pesta demokrasi tingkat desa tersebut.
Pernyataan tersebut menjadi perhatian penting mengingat Desa Banjarsari merupakan salah satu dari desa yang akan melaksanakan pemungutan suara pada Pilkades Serentak Kabupaten Bekasi tahun 2026.
Juandi menegaskan bahwa Pemerintah Desa Banjarsari akan menjalankan tugas pemerintahan secara profesional serta memberikan pelayanan kepada seluruh masyarakat tanpa membeda-bedakan pilihan politik maupun dukungan terhadap calon kepala desa.
Sikap netral tersebut juga menjadi bagian dari upaya menjaga suasana Pilkades agar tetap aman, tertib, kondusif, dan demokratis hingga proses pemungutan serta penghitungan suara selesai.
Pilkades Banjarsari sendiri diikuti tiga calon kepala desa, yakni nomor urut 1 Oman Suparman, nomor urut 2 Sanan, dan nomor urut 3 Abdur Rohimudin.
Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Bekasi sebelumnya telah mengingatkan pentingnya netralitas aparatur dalam pelaksanaan Pilkades Serentak 2026. Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Bekasi meminta ASN menjaga profesionalitas dan netralitas selama seluruh tahapan Pilkades berlangsung.
Pemerintah Kabupaten Bekasi juga telah menetapkan pelaksanaan Pilkades Serentak 2026 di 154 desa, dengan hari pemungutan suara dijadwalkan pada Minggu, 20 September 2026.
Dengan semakin dekatnya hari pencoblosan, sikap netral dari unsur pemerintahan desa dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kepercayaan masyarakat terhadap proses demokrasi di tingkat desa.
Di sisi lain, seluruh calon kepala desa, tim pendukung dan masyarakat diharapkan dapat menjaga persatuan serta menghindari tindakan yang berpotensi menimbulkan konflik selama maupun setelah proses pemungutan suara.
Pemkab Bekasi juga telah mengajak seluruh pihak untuk menjaga Pilkades agar berlangsung aman, tertib dan kondusif, sementara masyarakat tetap diberikan ruang untuk menentukan pilihannya masing-masing sesuai hati nurani.
Kini, perhatian masyarakat Banjarsari tertuju pada Minggu, 20 September 2026, saat suara rakyat menentukan siapa yang akan memimpin Desa Banjarsari untuk periode 2026–2034.
(Red/AM)




