Enam Desa Di Cikarang Timur Lahirkan Pemimpin Baru, Siapa Saja? Ini Daftar Peraih Suara Teratas Pilkades 2026

Daerah, News, Politik120 Dilihat

CIKARANG TIMUR, KABUPATEN BEKASI — Markaberita.com

Pesta demokrasi tingkat desa di Kecamatan Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi, telah memasuki babak baru.

Enam desa di wilayah tersebut telah melaksanakan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak 2026 pada Minggu, 20 September 2026. Enam desa itu meliputi Cipayung, Hegarmanah, Jatireja, Jatibaru, Labansari, dan Karangsari.

Secara keseluruhan, Pilkades Serentak Kabupaten Bekasi 2026 digelar di 154 desa yang tersebar di 23 kecamatan. Pemerintah Kabupaten Bekasi menyebut pelaksanaan pemungutan suara berlangsung lancar dan kondusif. Laporan sementara pemerintah juga menunjukkan tingkat partisipasi pemilih di sejumlah wilayah berada pada kisaran 90 hingga 95 persen.

Di tengah proses rekapitulasi hasil, enam nama muncul sebagai peraih suara terbanyak di masing-masing desa di Kecamatan Cikarang Timur.

Mereka adalah Siman Sagita di Cipayung, Deni Yogaswara di Labansari, Mamad Rifai di Hegarmanah, H. Tebih di Jatireja, Umbara (Petahana) di Karangsari, serta H. Apudin Asnawi di Jatibaru.

ENAM NAMA, ENAM DESA, SATU AMANAH

Berikut daftar peraih suara terbanyak berdasarkan rekapitulasi sementara yang dihimpun dari sumber lapangan dan pemberitaan:

1. Cipayung — Siman Sagita

Di Desa Cipayung, Siman Sagita, yang dikenal dengan sapaan Samyong, tercatat sebagai calon dengan perolehan suara teratas.

Namanya menjadi salah satu dari enam kandidat di Kecamatan Cikarang Timur yang kini menunggu proses tahapan selanjutnya sesuai mekanisme Pilkades.

Baca Juga  Kepengurusan TLCI Chapter#2 Riau Periode 2024-2029 Resmi Dilantik, Konsisten Peduli Kegiatan Sosial Kemasyarakatan

2. Labansari — Deni Yogaswara

Sementara di Desa Labansari, Deni Yogaswara tercatat meraih suara terbanyak.

Perolehan tersebut menempatkan Deni di posisi teratas berdasarkan rekap sementara hasil pemungutan suara yang berlangsung pada 20 September 2026.

3. Hegarmanah — Mamad Rifai, S.Ag.

Di Desa Hegarmanah, Mamad Rifai, S.Ag. tercatat sebagai peraih suara terbanyak.

Kontestasi di Hegarmanah memiliki karakter tersendiri karena pemilihan di desa tersebut diikuti oleh dua calon kepala desa.

4. Jatireja — H. Tebih bin H. Sala

Di Desa Jatireja, H. Tebih bin H. Sala berada di posisi teratas berdasarkan rekap sementara.

Jatireja menjadi salah satu desa dengan persaingan yang cukup ramai karena kontestasi diikuti oleh beberapa calon kepala desa.

5. Karangsari — Umbara ( Petahana)

Di Desa Karangsari, Umbara tercatat sebagai calon dengan perolehan suara terbanyak.

Hasil sementara tersebut turut melengkapi peta calon pemimpin desa yang muncul dari Pilkades Serentak 2026 di Kecamatan Cikarang Timur.

6. Jatibaru — H. Apudin Asnawi, S.E.

Sedangkan di Desa Jatibaru, H. Apudin Asnawi, S.E. tercatat memperoleh suara terbanyak berdasarkan rekap sementara.

Pilkades Jatibaru juga menjadi salah satu sorotan karena menghadirkan inovasi TPS Digital. Di TPS 10 Desa Jatibaru, panitia memanfaatkan teknologi pemindaian barcode pada surat undangan pemilih untuk mempercepat pelayanan sekaligus meminimalkan kesalahan pendataan.

Baca Juga  SEMARAK KENAIKAN KELAS DAN PELEPASAN SISWA SD NEGERI JAYALAKSANA 01 TAHUN AJARAN 2025–2026

DARI PERSAINGAN MENUJU PERSATUAN

Pilkades bukan semata-mata tentang siapa yang memperoleh suara terbanyak.

Setelah pemungutan dan penghitungan suara selesai, tantangan yang lebih besar justru berada di depan mata: bagaimana menyatukan kembali masyarakat setelah melewati proses kompetisi politik di tingkat desa.

Perbedaan pilihan merupakan bagian dari demokrasi. Namun ketika proses pencoblosan telah berakhir, kepentingan masyarakat desa menjadi titik temu yang jauh lebih besar.

Kepala desa yang nantinya ditetapkan harus menghadapi berbagai pekerjaan rumah, mulai dari pelayanan publik, pembangunan infrastruktur, pemberdayaan ekonomi masyarakat, peningkatan kualitas sumber daya manusia, tata kelola pemerintahan desa, hingga membangun hubungan yang harmonis dengan BPD, perangkat desa dan seluruh lapisan masyarakat.

Masa bakti 2026–2034 bukan sekadar periode jabatan, tetapi juga menjadi ruang pembuktian atas kepercayaan masyarakat yang telah diberikan melalui suara di bilik pemungutan suara.

PARTISIPASI PEMILIH TINGGI

Antusiasme masyarakat terlihat dalam pelaksanaan Pilkades Serentak Kabupaten Bekasi 2026.

Pemerintah Kabupaten Bekasi mencatat, dari laporan sementara yang diterima pada hari pemungutan suara, tingkat partisipasi pemilih di sejumlah wilayah berada pada kisaran 90 hingga 95 persen. Pemerintah juga menegaskan bahwa angka tersebut masih berupa laporan sementara dan belum merupakan hasil penghitungan partisipasi secara keseluruhan.

Baca Juga  Deklarasi pengurus korwil Demak melantik korcam se-kabupaten Demak

Besarnya partisipasi tersebut menunjukkan bahwa Pilkades masih menjadi momentum penting bagi masyarakat desa untuk menentukan arah kepemimpinan di wilayahnya masing-masing.

Kini, setelah suara diberikan dan penghitungan dilakukan, perhatian beralih kepada tahapan berikutnya, yakni rekapitulasi, pleno, dan penetapan resmi sesuai mekanisme yang berlaku.

ENAM NAMA SUDAH DI DEPAN, PENETAPAN RESMI MENJADI TAHAP BERIKUTNYA

Untuk diketahui, enam nama yang tercantum dalam daftar ini merupakan peraih suara terbanyak berdasarkan rekapitulasi sementara yang dihimpun dari sejumlah sumber lapangan dan pemberitaan.

Daftar tersebut bukan pengganti penetapan resmi. Hasil akhir tetap mengikuti proses rekapitulasi dan pleno serta keputusan resmi panitia Pilkades sesuai ketentuan yang berlaku. Rekap media lain yang terbit setelah pemungutan suara juga mencantumkan enam nama tersebut sebagai peraih suara teratas sementara di Kecamatan Cikarang Timur.

Enam desa telah menyelesaikan pesta demokrasi.

Enam nama kini berada di posisi teratas.

Namun setelah kompetisi berakhir, seluruh perhatian akan tertuju pada satu hal yang lebih besar: mewujudkan suara rakyat menjadi amanah untuk membangun desa selama masa bakti 2026–2034.

(Red/AM)