Dana CSR Dipakai Danain Klub Bola? Netizen dan MSBI Pertanyakan Transparansi BUMN

Nasional, Olahraga124 Dilihat

JAKARTA, Markaberita.com – ​Dunia sepak bola Indonesia lagi-lagi dihebohkan sama drama finansial yang bikin publik ngelus dada. Kali ini, sorotan tajam jatuh ke tiga bank pelat merah alias Himbara—Bank Mandiri, BRI, dan BTN—yang kompak jadi sponsor utama buat Adhyaksa FC, klub Liga 2 yang punya afiliasi erat sama Kejaksaan RI.

​Langkah ini langsung memantik reaksi keras dari Ketua Masyarakat Sepak Bola Indonesia (MSBI), Sarman El Hakim dalam keterangan tertulis yang di terima redaksi pada hari senin (09/09/26). Menurutnya, keputusan korporasi negara menggelontorkan dana jumbo ke klub kasta kedua ini penuh dengan tanda tanya besar alias red flag.

​Sarman blak-blakan mempertanyakan pos anggaran yang dipakai untuk kerja sama ini. Kalau dana sponsor tersebut dicomot dari anggaran Corporate Social Responsibility (CSR), hal ini dinilai sangat rawan dan berpotensi memicu dugaan korupsi atau Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

Baca Juga  LQ Indonesia Lawfirm: Selamat Datang Irjen Karyoto, Selamat Bertugas, Tolong Atensi Kasus Investasi Bodong Yang 3 Tahun Mandek Di Polda Metro Jaya

​Secara commercial value, Liga 2 punya tantangan besar dari segi jumlah penonton dan pemasukan tiket. Dengan kewajiban klub peserta membayar pemain asing, MSBI menilai anggaran besar dari BUMN ini justru bakal mubazir dan tidak sebanding dengan return atau dampak komersial yang didapat perusahaan.

​Banyak pihak juga mempertanyakan alasan logis kenapa bank Himbara lebih memilih klub Liga 2 ketimbang klub-klub Liga 1 yang jelas-jelas punya basis suporter masif, eksposur media tinggi, dan branding exposure yang jauh lebih terukur. Mengingat Adhyaksa FC punya kedekatan kelembagaan dengan institusi penegak hukum, publik langsung curiga apakah kerja sama ini murni strategi bisnis yang sehat atau ada benturan kepentingan di baliknya.

Baca Juga  CBA: Kebijakan Menteri ESDM Bahlil Ciptakan Kekacauan Logika Tata Kelola Energi

​Bagi MSBI, kontroversi ini bukan sekadar urusan teknis sepak bola, melainkan menyangkut akuntabilitas, transparansi, dan tata kelola perusahaan negara (good corporate governance).

​Kini, publik dan netizen kompak menuntut transparansi dari manajemen Bank Mandiri, BRI, BTN, serta pihak Adhyaksa FC untuk segera memberikan penjelasan resmi terkait nilai kontrak, pos anggaran, hingga rasionalitas bisnis di balik kerja sama ini.

​Gimana menurut kamu, bestie? Uang rakyat aman atau justru boncos?(red).