361 Siswa SMAN 1 Sampang Alami Gangguan Kesehatan Usai Konsumsi MBG, Dinkes Cilacap Kerahkan Tim Medis

Daerah75 Dilihat

CILACAP —markaberita.com

Sebanyak 361 siswa SMA Negeri 1 Sampang, Kabupaten Cilacap, dilaporkan mengalami gangguan kesehatan setelah mengonsumsi makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG). Peristiwa tersebut terjadi sejak Selasa (22/9/2026) hingga Rabu (23/9/2026).

Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) Kabupaten Cilacap memastikan para siswa yang mengalami gejala telah mendapatkan penanganan medis sesuai kondisi masing-masing.

Kepala Dinkes PPKB Cilacap, Hasanuddin, mengatakan prioritas utama saat ini adalah memastikan seluruh siswa yang mengalami gejala memperoleh pelayanan kesehatan dan dapat segera pulih.

“Langkah yang utama tentunya memberikan bantuan penanganan terhadap siswa yang bergejala. Yang pertama memastikan siswa yang bergejala ini diberikan pelayanan kesehatan agar segera sembuh,” ujar Hasanuddin.

Berdasarkan data sementara, keluhan kesehatan dialami siswa dari seluruh tingkat kelas. Dari 361 siswa tersebut, sebanyak 108 siswa kelas X, 125 siswa kelas XI, dan 128 siswa kelas XII.

Adapun gejala yang dilaporkan antara lain mual, muntah, diare, sakit perut hingga tubuh terasa lemas.

Baca Juga  Tragedi di Gunung Piramid Bondowoso: Dua Pendaki yang Hilang Kontak Ditemukan Meninggal Dunia

Untuk menangani kejadian tersebut, Dinkes Cilacap mengerahkan tim gabungan dari lima puskesmas, yakni Puskesmas Sampang, Maos, Adipala 1, Adipala 2 dan Kesugihan 1.

Penanganan dilakukan berdasarkan kondisi kesehatan masing-masing siswa. Sebanyak 70 siswa mendapatkan pertolongan pertama dan obat-obatan di lingkungan sekolah, sementara 15 siswa menjalani rawat jalan di Puskesmas Sampang.

Selanjutnya, 6 siswa masih menjalani rawat inap di Puskesmas Sampang untuk mendapatkan pemantauan lebih lanjut. Sedangkan 19 siswa dirujuk ke RSUD Cilacap karena membutuhkan penanganan medis yang lebih komprehensif.

Dinkes PPKB Cilacap juga melakukan pemantauan terhadap sekolah lain yang menjadi sasaran distribusi MBG sebagai langkah antisipasi dan deteksi dini apabila ditemukan keluhan kesehatan serupa.

“Yang kita lakukan pemantauan termasuk terhadap sekolah-sekolah lain, yang bukan SMA Negeri 1 Sampang. Kita juga melakukan pemantauan apabila dimungkinkan ada gejala-gejala dari siswanya,” jelas Hasanuddin.

FWJ Indonesia Soroti Sistem Pengawasan

Terpisah, Ketua DPD Forum Wartawan Jaya Indonesia (FWJ Indonesia) Jawa Tengah, Hadi Try Wasisto, turut menyoroti kejadian yang berdampak terhadap ratusan siswa tersebut.

Baca Juga  Pelantikan Anggota KPPS Pemilu 2024 Di Desa Simpangan, Kecamatan Cikarang Utara Kabupaten Bekasi

Hadi meminta pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengawasan penyediaan dan distribusi makanan MBG, khususnya untuk memastikan standar keamanan pangan benar-benar diterapkan secara konsisten.

Menurut Hadi, kejadian tersebut semestinya menjadi momentum evaluasi terhadap mekanisme pengawasan mulai dari proses pengolahan, pengemasan, distribusi hingga makanan diterima dan dikonsumsi oleh para siswa.

Ia juga mempertanyakan efektivitas pengawasan terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang melayani wilayah Sampang.

Hadi menyampaikan sejumlah kritik terhadap pengawasan yang menurutnya perlu diperkuat. Namun, berbagai tudingan mengenai lemahnya pengawasan tersebut masih merupakan pandangan dan penilaian dari pihak FWJ Indonesia dan perlu dikonfirmasi kepada instansi terkait.

Selain itu, Hadi menyinggung keterangan pengelola dapur MBG terkait kualitas bahan makanan. Dalam keterangannya kepada awak media, AKP Iqbal menyatakan bahwa bahan yang digunakan telah melalui proses sortir dan dinilai berkualitas.

Ketika ditanya mengenai kemungkinan penyebab kejadian, Iqbal mengaku masih belum mengetahui secara pasti dan menyebut perlunya pemeriksaan lebih lanjut.

Baca Juga  Soleman.SE Ketua DPC.PDI-Perjuangan Kabupaten Bekasi Perbaiki Rumah Warga Korban Puting Beliung dengan Dana Pribadi

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa penyebab gangguan kesehatan belum dapat dipastikan, sehingga tidak tepat apabila langsung menyimpulkan bahwa makanan, bahan tertentu, wadah makanan, ataupun pihak tertentu sebagai penyebab sebelum hasil pemeriksaan resmi tersedia.

Penyebab Masih Dalam Investigasi

Hingga berita ini diturunkan, penyebab pasti kejadian belum diumumkan. Pemeriksaan dan investigasi masih dilakukan melalui pengujian sampel makanan serta pemeriksaan kondisi lingkungan dan faktor lain yang berkaitan dengan kejadian tersebut.

Karena itu, seluruh pihak diminta menunggu hasil pemeriksaan resmi sebelum menarik kesimpulan mengenai sumber gangguan kesehatan yang dialami para siswa.

Dinkes PPKB Cilacap menyatakan akan terus memantau kondisi para siswa serta perkembangan kejadian di sekolah lain yang menerima distribusi MBG.

Kasus ini sekaligus menjadi perhatian penting bagi seluruh pemangku kepentingan program MBG agar aspek keamanan pangan, standar pengolahan, kebersihan, pengemasan, distribusi dan pengawasan benar-benar dijalankan secara ketat demi keselamatan para penerima manfaat, khususnya anak-anak sekolah.

(TIM FWJ INDONESIA DPD JATENG)