TEMANGGUNG, Markaberita.com — Niat hati ingin menikmati keindahan alam dan melepas penat lewat pendakian, perjalanan seorang remaja berinisial Dude Kurniawan Pasha (17) justru berujung pada duka mendalam. Warga Krobyongan, Desa Gawanan, Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar ini ditemukan tak bernyawa di area jurang dekat Puncak Sejati, Gunung Sumbing.
Peristiwa tragis ini bermula ketika korban dilaporkan terpisah dari rombongannya saat waktu magrib menjelang pada Sabtu (22/8/2026) lalu. Laporan tersebut langsung direspon cepat oleh pihak pengelola jalur pendakian.
Koordinator Basarnas Unit Siaga SAR Wonosobo, Dani Fitra Maulana, menjelaskan bahwa pihaknya langsung berkoordinasi dengan basecamp begitu laporan survivor terpisah diterima.
”Kemudian kami menghubungi pihak basecamp. Ternyata sudah direspons dari pihak Basecamp Gunung Sumbing via Banaran dan sudah mulai melaksanakan pencarian,” ujar Dani saat dikonfirmasi, Minggu (23/8/2026).
Tim SAR gabungan kemudian tiba di lokasi pada Minggu pagi sekitar pukul 07.00 WIB untuk melakukan penyisiran lanjutan bersama pengelola basecamp. Dari hasil pemantauan di lapangan, posisi korban terdeteksi berada di area tebing curam kawasan puncak.
Medan yang cukup ekstrem membuat proses evakuasi membutuhkan waktu dan tenaga ekstra. Tim di lapangan memperkirakan kedalaman tebing tempat korban terjatuh berkisar antara 50 hingga 100 meter.
Operasi penyelamatan dan evakuasi akhirnya berhasil dituntaskan pada pukul 14.30 WIB. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia (Meninggal Dunia/MD) dengan posisi telungkup.
Jenazah korban langsung dievakuasi turun menuju Basecamp Banaran, Tembarak, Temanggung, sebelum akhirnya dirujuk ke RSUD Kabupaten Temanggung untuk proses lebih lanjut.
Kejadian ini sekaligus menjadi wake-up call dan pengingat keras bagi para anak muda dan pegiat outdoor agar selalu waspada, mengutamakan keselamatan (safety first), serta tidak membiarkan diri terpisah dari rombongan saat menjelajah alam bebas.(red).


