Rekening Aktivis Pati Dibuka Lagi Karena “Jalur Viral”, CBA Sentil OJK yang Cuma Bisa Silent Treatment

Hukum, Nasional66 Dilihat

​JAKARTA, Markaberita.com  – Kasus pemblokiran rekening milik Koordinator Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB), Supriyono alias Botok, akhirnya rampung setelah Bank Mandiri resmi membuka kembali akses transaksi pada Rabu (26/8/2026). Di balik normalnya rekening tersebut, terungkap fakta telak bahwa perbaikan ini terjadi murni karena desakan netizen di media sosial, bukan hasil kerja sigap dari regulator.

​Direktur Eksekutif Center For Budget Analysis (CBA), Uchok Sky Khadafi, menyoroti bagaimana Otoritas Jasa Keuangan (OJK) justru terlihat tidak berkutik dan memilih silent treatment di saat institusi perbankan bertindak semena-mena terhadap nasabah.

​”Dibukanya rekening Saudara Botok bukan karena intervensi OJK. Lembaga ini punya power tapi mandul, cuma bisa berpangku tangan pas lihat Bank Mandiri sewenang-wenang ke nasabah sendiri,” kritik Uchok, Sabtu (29/8/2026).

Baca Juga  Ketua Umum PPDI Berikan Masukan untuk AICHR

​Uchok menilai, langkah Direktur Utama Bank Mandiri, Riduan, yang sampai harus minta maaf secara terbuka membuktikan bahwa ada “blunder” fatal dalam pengambilan kebijakan internal bank. Sayangnya, alih-alih langsung turun tangan memberikan sanksi tegas, OJK terkesan lamban dan hanya menjadikan alasan “proses pendalaman” sebagai tameng.

​Merespons lambannya respons negara, CBA secara tegas mendesak OJK agar tidak sekadar wacana di media sosial. OJK dituntut segera memanggil dan memeriksa Dirut Bank Mandiri secara transparan agar kejadian sewenang-wenang seperti ini tidak berulang pada nasabah lainnya.

​Sebelumnya, Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, sempat menyatakan bahwa pihaknya tengah mendalami kasus tersebut dan siap mengambil langkah pengawasan jika terbukti ada pelanggaran aturan.

Baca Juga  Peringati Milad Ke -2 Tahun DPW Jabar Prabhu Indonesia Jaya Sekaligus Lakukan Pelantikan DPD Prabhu Indonesia Jaya Yang Belum Dilantik Di Hotel Handayani

​CBA berharap OJK bisa lebih peka dan sat-set dalam membela hak-hak publik, mengingat kepercayaan anak muda dan masyarakat luas terhadap stabilitas sistem keuangan sangat bergantung pada keberanian regulator dalam menegakkan keadilan.(red).