Ngeri Abis! Pekerja Nyaris Tertimbun Beton, Gubernur DKI Didorong Sikat Habis Pejabat Lalai

Megapolitan91 Dilihat

​JAKARTA, Markaberita.com — Ada insiden horor yang bikin geleng-geleng kepala di proyek normalisasi trotoar dan gorong-gorong Dinas Bina Marga DKI Jakarta, tepatnya di Jalan DI Panjaitan, Jatinegara, Duren Sawit, Jakarta Timur, Minggu (9/8/2026). Dua pekerja dilaporkan tertimbun material tanah dan beton akibat dugaan kuat mengabaikan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).

​Kejadian menegangkan ini langsung disorot tajam oleh Ketua Umum Komite Penyelamat Lingkungan (KPL), Jamaluddin Hadam. Tanpa basa-basi, ia mendesak Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, buat turun tangan dan menyikat habis pejabat yang lalai.

​“Kami mendesak Gubernur Pramono Anung mencopot Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Heru Suwondo. Pejabat yang punya wewenang harus bertanggung jawab penuh atas insiden kelalaian kerja ini,” tegas Jamaluddin. Senin (10/08/26).

​Berdasarkan kronologi, insiden nahas ini terjadi sekitar pukul 14.50 WIB di jalur arah Cawang menuju Pulogadung. Proses evakuasinya pun berlangsung super dramatis dan memakan waktu hampir tiga jam penuh.

Baca Juga  Suasana PGC Mendadak Riuh: Penumpang Transjakarta Koridor 7 Ditemukan Tak Bernyawa

​Perwira Piket Sudin Gulkarmat Jakarta Timur, Parlin Nainggolan, menyebutkan kedua korban insiden ini adalah Udin (25) dan Syarifin. Syarifin berhasil dievakuasi lebih dulu oleh rekan sesama pekerja dan langsung dilarikan ke RSU UKI Cawang. Sementara itu, Udin terjebak cukup lama dengan kondisi sebagian tubuh terbenam di air keruh serta kedua kakinya tertindih material beton turap. Petugas penyelamat harus bekerja ekstra hati-hati sampai akhirnya Udin berhasil dievakuasi dalam kondisi sadar, meski mengalami luka-luka dan lemas. Saat ini, kedua korban sudah mendapat penanganan medis intensif di RSU UKI Cawang.

​Jamaluddin menegaskan kalau insiden ini nggak boleh cuma dianggap angin lalu atau musibah biasa. Urusan keselamatan pekerja seharusnya jadi harga mati di setiap proyek Pemprov DKI, apalagi yang melibatkan galian dan struktur beton berat. KPL mewanti-wanti agar pihak berwenang tidak asal tunjuk hidung dan menyalahkan pekerja di lapangan saja. Investigasi total wajib dilakukan untuk membongkar sistem pengawasan, metode kerja, hingga kepatuhan standar keselamatan dari level atas sampai bawah. Pemprov DKI juga didesak untuk memastikan seluruh hak dan penanganan medis korban dipenuhi tanpa ribet.

​“Jangan sampai keselamatan pekerja dikorbankan cuma demi ngejar target proyek selesai. Kalau terbukti ada kelalaian secara struktural, pejabat yang berwenang harus berani bertanggung jawab dan dicopot,” tutup Jamaluddin pedas.(red).