Lagi-lagi Spill Kasus Obat Keras! Polrestabes Bandung Gelung Ratusan Ribu Tramadol, 68 Orang Diseret

Kriminal207 Dilihat

​BANDUNG, Markaberita.com — Dunia obat-obatan terlarang di Bandung Raya lagi-lagi bikin geleng-geleng kepala. Beruntung, Satresnarkoba Polrestabes Bandung bergerak cepat dan sukses ‘ngamankan’ ratusan ribu butir Tramadol berikut puluhan pelakunya sepanjang Januari sampai Juli 2026.

​Operasi bersih-bersih ini jadi bukti nyata kalau pihak kepolisian zero tolerance alias nggak bakal kasih celah buat para pengedar obat keras ilegal yang ngerusak mental anak muda.

​Kasatresnarkoba Polrestabes Bandung, AKBP Agah Sonjaya, nge-drop data langsung terkait hasil kerja keras timnya selama tujuh bulan terakhir. Angkanya nggak main-main, bestie!

​”Sepanjang periode Januari sampai Juli 2026, Satresnarkoba Polrestabes Bandung berhasil mengungkap sebanyak 46 laporan polisi terkait peredaran obat-obatan tertentu. Kami mengamankan sebanyak 68 orang tersangka yang terdiri dari 65 laki-laki dan 3 perempuan,” beber Agah, Selasa (4/8/2026).

Baca Juga  Bupati Karawang Berniat Suap Wartawan Korban Kekerasan, Junot: Saya Tolak

​Nggak cuma nangkep pelakunya, polisi juga nyita barang bukti yang jumlahnya bikin shock:

​176.970 butir obat-obatan tertentu (Tramadol).

​Uang tunai hasil transaksi haram senilai Rp 104.935.900.

​Dari total 46 kasus yang dibongkar, proses hukumnya dibagi jadi dua kategori:

Udah Masuk Tahap Dua: Melibatkan 36 tersangka dengan barang bukti 142.231 butir pil dan uang tunai Rp 42.447.900 (berkasnya udah dilimpahkan ke kejaksaan).

Masih Proses Penyidikan: Menyisakan 20 laporan dengan 32 tersangka cowok, plus barang bukti 34.739 butir pil dan uang tunai Rp 62.488.000.

​🚫 No Mercy Buat Pengedar!

​Langkah tegas ini ternyata jadi lanjutan dari gebrakan besar Polrestabes Bandung di akhir 2025 lalu, di mana mereka sempat nyita dan musnahkan lebih dari 3 juta butir pil ilegal sekaligus.

Baca Juga  Polsek Kalideres Amankan Dua(2)Pelaku Jambret

​Buat siapa pun yang nekat jualan atau nyalahin obat keras tanpa resep dokter, siap-siap aja ngerasain akibatnya karena polisi bakal terus nge-track jaringan ini sampai tuntas.

​”Kami akan terus melakukan tindakan tegas terhadap seluruh pelaku guna menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Bandung,” tutup Agah straight to the point.(red).