JAKARTA, Markaberita.com — Jujur, ini 2026 tapi skandal keuangan daerah masih aja wild. Bayangin aja, pendapatan PT Hutan Sanggam Berau (HSB) di 2025 sukses meroket sampai Rp 18,8 miliar—jauh banget dibanding 2024 yang “cuma” Rp 8,2 miliar. Tapi, giliran nyetor Pendapatan Asli Daerah (PAD) buat Kabupaten Berau? Realisasinya bikin elus dada: cuman Rp 27 juta doang!
Direktur Eksekutif Center For Budget Analysis (CBA), Uchok Sky Khadafi, langsung nge-highlight betapa tidak masuk akalnya angka ini. Berdasarkan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK 2025, target PAD dipatok Rp 28 juta, tapi realisasinya malah jeblok dibanding tahun sebelumnya yang sempat nyentuh Rp 28,6 juta (padahal saat itu pendapatan perusahaan masih di angka Rp 8,2 miliar).
“Realisasi PAD Kabupaten Berau dari PT HSB tahun 2025 hanya sebesar Rp 27 juta doang. Ini sangat tidak masuk akal jika dibandingkan dengan pendapatan perusahaan yang melompat hingga Rp 18,8 miliar,” tegas Uchok Sky, Sabtu (22/08).
Lucunya lagi, pihak manajemen PT HSB—lewat Manajer Pamhut dan Bina Sosial, Anwar Kalfangare—sempat sesumbar kalau PAD mereka sebenarnya bisa nyentuh angka Rp 1,9 miliar sampai Rp 2 miliar. Tapi buat CBA, klaim itu pure cuma angin lalu alias “gombalan” buat nutup-nutupin bau busuk dugaan penyimpangan anggaran di internal perusahaan.
Gara-gara hal ini, CBA nggak mau tinggal diam dan langsung spill desakan tegas ke Kejaksaan Agung (Kejagung) buat gercep alias gerak cepat turun tangan.
“Kami mendesak Kejagung untuk segera memanggil dan meminta penjelasan dari Direktur PT HSB, Roby Maula, serta Bupati Berau Hj. Sri Juniarsih Mas. Harus dijelaskan secara transparan, lari ke mana saja aliran dana PAD yang potensinya digadang-gadang bisa menyentuh Rp 2 miliar tersebut,” pungkas Uchok.
Kasus kayak gini nih yang bikin publik trust issues. Pantengin terus kelanjutan beritanya biar nggak ketinggalan update pengusutannya!(red)







