Gempa M7,7 Guncang Flores Pagi Ini, Warga Pesisir Sigap Evakuasi Mandiri!

Nasional97 Dilihat

​KUPANG, Markaberita.com  – Pagi ini (15/8/2026) benar-benar menjadi momen yang mendebarkan bagi warga di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Berdasarkan laporan resmi dari Pusdalops-PB BPBD Provinsi NTT, gempa bumi tektonik berkekuatan besar M7,7 mengguncang wilayah Laut Flores pada pukul 04.58 WITA. Titik pusat gempa berada sekitar 30 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo.

​Guncangan kuat yang dirasakan langsung membuat masyarakat di Kabupaten Sikka, Ende, Nagekeo, Manggarai, Manggarai Timur, dan Manggarai Barat panik. Namun, di tengah kepanikan tersebut, warga di kawasan pesisir menunjukkan kesigapan dengan melakukan evakuasi mandiri menuju lokasi yang lebih tinggi untuk mengantisipasi potensi tsunami.

​Peringatan Dini & Status Tsunami

Baca Juga  PRODEM Kecam Kekerasan Oknum Tentara Terhadap 5 Warga Sumbawa Besar

Respons cepat juga datang dari BMKG yang segera mengeluarkan peringatan dini tsunami. Status SIAGA ditetapkan untuk Sikka bagian utara, sementara status WASPADA berlaku untuk wilayah Pulau Sikka. Secara instrumental, BMKG mendeteksi adanya kenaikan muka air laut di stasiun pengamatan Sikka setinggi 0,19 meter pada pukul 06.03 WITA, dan mencapai 0,38 meter di Pelabuhan Kewapante pada pukul 06.16 WITA.

Laporan harian Pusdalops-PB BPBD Provinsi NTT hingga saat ini mencatat duka mendalam di beberapa kabupaten:

Kabupaten Sikka: Dilaporkan 3 orang meninggal dunia akibat runtuhan bangunan dan kondisi kesehatan saat evakuasi, serta 6 orang luka-luka.

Kabupaten Manggarai: Sebanyak 6 orang dilaporkan meninggal dunia, dengan korban luka serta 29 unit rumah rusak berat, 9 rusak sedang, dan 9 rusak ringan.

Baca Juga  IDM Ingatkan Publik Jaga Objektivitas Hukum Terkait Isu Dirjen Bea Cukai dalam Kasus Blueray

Kabupaten Manggarai Timur: Dilaporkan 3 korban jiwa (seorang ibu dan dua anak) di Desa Liang Deruk. Kerusakan infrastruktur mencakup kantor kelurahan, gereja, KCP BRI Borong, rumah warga, hingga terputusnya akses jalan akibat longsor di Jalur Tengku Teang.

​Kerusakan fasilitas umum lainnya juga tersebar, mulai dari Kantor Pelabuhan Laurens Say Maumere, RSUD Aeramo Nagekeo, hingga beberapa fasilitas pendidikan dan tempat ibadah di Ende yang mengalami kerusakan pada bagian atap dan plafon.

Tim gabungan dari BPBD, TNI, Polri, Basarnas, tenaga kesehatan, dan relawan saat ini sudah berada di lapangan untuk melakukan penanganan darurat. Di Ende dan Nagekeo, pasien RSUD telah dievakuasi sementara ke tenda penampungan sebagai langkah antisipasi.

Baca Juga  Aliansi Seniman Ngeyel Gelar Aksi Teater "KPK Sakit Jiwa": Desak Dewas Periksa Setyo Budiyanto

​Pemerintah Kabupaten Ende melalui press conference di Posko BPBD mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi gempa susulan dan selalu memantau informasi resmi dari pemerintah. Meski jaringan telekomunikasi di beberapa titik sempat mengalami kendala akibat pemadaman listrik, upaya pemulihan terus dikebut oleh pihak terkait.

​Tetap tenang, pastikan kalian hanya merujuk pada kanal informasi resmi seperti BMKG, BPBD, atau BNPB, dan jangan termakan isu hoaks yang beredar di media sosial. (Red).

​Sumber: Laporan Kejadian Bencana Harian, Pusdalops-PB BPBD Provinsi NTT, 15 Agustus 2026.