Gelar Upacara Penghargaan, Warga Desa Cihanjawar Kenang 7 Pejuang Yang Dimakamkan Dalam 1 Lobang
`PURWAKARTA, markaberita.com` – Suasana haru menyelimuti Kampung Sukajaga, Desa Cihanjwar, Kecamatan Bojong, Kabupaten Purwakarta. Warga bersama `Kepala Desa Dedi Supriyadi` dan seluruh perangkat desa menggelar upacara penghargaan untuk mengenang para pejuang yang gugur di masa penjajahan Belanda.
Sebanyak `7 pejuang` yang gugur di wilayah tersebut dimakamkan dalam `satu lubang` secara bersama-sama oleh warga. Hingga kini, lokasi tersebut dijadikan `Tugu Pahlawan berbentuk peluru` sebagai simbol penghormatan dan pengingat sejarah.
7 NAMA PEJUANG DISEBUTKAN SETIAP MALAM 17 AGUSTUS
Setiap tahun pada malam `17 Agustus` nama-nama para pejuang tersebut disebutkan secara resmi dalam upacara. Ketujuh pejuang itu adalah:
`1. Enos Sanusi, 2. Jamhur, 3. Jakaria, 4. Oji, 5. Adung, 6. Oha, 7. Arja`
“Ini sejarah kita. Nama mereka harus disebut, agar anak cucu kita tahu siapa yang berjuang untuk tanah ini,” ujar salah satu tokoh masyarakat Kp. Sukajaga.
TRADISI ZIARAH MALAM 17 AGUSTUS
Keunikan tradisi di Desa Cihanjwar ini terus dijaga. Setiap malam `17 Agustus`, warga bersama perangkat desa secara rutin mendatangi Tugu Pahlawan untuk berdoa, tabur bunga, dan mengenang jasa para kusuma bangsa.
“Kami tidak ingin sejarah ini hilang. Para pejuang ini gugur untuk kemerdekaan kita. Walaupun dimakamkan dalam satu lubang, semangat mereka tetap satu: untuk Indonesia merdeka,” ujar `Kepala Desa Cihanjwar, Dedi Supriyadi` saat upacara.
“Semoga dengan kegiatan ini, generasi muda Cihanjwar semakin cinta tanah air dan tidak melupakan sejarah,” tambah Kades Dedi.
Acara ditutup dengan pembacaan doa bersama dan penghormatan di depan Tugu Pahlawan Kp. Sukajaga.
SAMbutan KEPALA DESA DEDI SUPRIYADI
Warga masyarakat Kp. Sukajaga, Perangkat Desa, dan hadirin yang saya hormati.
Malam ini kita berkumpul bukan hanya untuk upacara. Kita berkumpul untuk menepati janji.
Janji bahwa kita tidak akan melupakan sejarah.
Di tempat inilah 7 pejuang kita dimakamkan dalam satu lubang.
Enos Sanusi, Jamhur, Jakaria, Oji, Adung, Oha, dan Arja.
Satu lubang, satu semangat, satu tujuan: Kemerdekaan Indonesia.
Atas nama Pemerintah Desa Cihanjwar, saya mengucapkan terima kasih kepada para pejuang. Jasa kalian tidak akan pernah bisa kami bayar lunas.
Mari kita jaga tugu ini. Mari kita ajarkan ke anak cucu kita. Karena bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai pahlawannya.
Merdeka! Wassalamualaikum Wr. Wb
`Wartawan: Saepul Bahri`






