Editorial: Ambisi Kota Global Tercoreng! Belum Kelar Kasus PAM Jaya, Pekerja Dinas Bina Marga Nyaris Tewas Tertimbun Longsor

Nasional, Opini259 Dilihat

MARKABERITA.COM – ​Jakarta tengah memacu diri. Di bawah ambisi besar untuk bertransformasi menjadi kota global dan menuju 5 (lima) abad peradabannya, wajah pembangunan ibu kota justru tercoreng oleh carut-marut pengawasan yang memprihatinkan dan mencederai akal sehat publik. Belum juga kering air mata atas tragedi maut tewasnya tiga pekerja di dalam gorong-gorong proyek PAM Jaya di Cipayung, Kamis (9/7/2026) lalu, kini insiden horor serupa kembali berulang dengan begitu cepat.

​Dua pekerja proyek normalisasi trotoar dan gorong-gorong Dinas Bina Marga DKI Jakarta nyaris meregang nyawa setelah tertimbun material tanah dan beton di Jalan DI Panjaitan, Jatinegara, Duren Sawit, Jakarta Timur, Minggu (9/8/2026). Rentetan kecelakaan kerja beruntun ini menjadi bukti telak bahwa standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di proyek-proyek Pemprov DKI Jakarta telah diabaikan secara sistematis. Ironis sekali, ambisi mengejar kemegahan kota global di usia yang matang justru dibangun di atas fondasi pengawasan lapangan yang rapuh dan mengorbankan keselamatan nyawa manusia.

Baca Juga  DARI BENCANA KE BENCANA ​Oleh: Ichsanuddin Noorsy

​Berdasarkan investigasi di lapangan, insiden nahas tersebut terjadi sekitar pukul 14.50 WIB di jalur arah Cawang menuju Pulogadung. Proses evakuasi korban berlangsung super dramatis dan memakan waktu hampir tiga jam penuh akibat buruknya mitigasi awal di lokasi kejadian.

​Redaksi Markaberita.com mencatat bahwa kedua korban langsung dilarikan ke RSU UKI Cawang untuk mendapatkan penanganan medis intensif. Syarifin berhasil dievakuasi lebih dulu oleh rekan sesama pekerja, sementara Udin (25) terjebak cukup lama dengan kondisi sebagian tubuh terbenam di air keruh serta kedua kakinya tertindih material beton turap. Petugas penyelamat harus bekerja ekstra hati-hati menggunakan peralatan khusus sampai akhirnya Udin berhasil dievakuasi dalam kondisi sadar, meski mengalami luka-luka dan lemas akibat terjepit material berat.

Baca Juga  25.000 Kopdes Merah Putih Siap Beraksi, Bansos Cair Lewat Satu Pintu Mulai September!

​Redaksi Markaberita.com menilai tajam bahwa rentetan kecelakaan kerja ini tidak boleh sekadar dianggap sebagai musibah biasa atau angin lalu. Sangat memalukan jika kota yang tengah memburu standar global masih menganggap nyawa para pekerja begitu murah demi mengejar target proyek yang ambisius. Kami mewanti-wanti agar pihak berwenang tidak asal tunjuk hidung dan menjadikan pekerja lapangan sebagai tumbal atas kelalaian struktural.

​Oleh karena itu, mendesak Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, untuk tidak tinggal diam dan segera mengambil tindakan tegas dengan mencopot Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Heru Suwondo, karena pejabat yang memiliki kewenangan penuh wajib bertanggung jawab atas kelalaian kerja yang terus berulang dan memakan korban. Selain itu, Pemprov DKI harus melakukan investigasi total untuk membongkar sistem pengawasan yang bobrok, metode kerja yang sembrono, serta memastikan seluruh pemulihan dan penanganan medis korban dipenuhi secara tuntas tanpa prosedur yang berbelit-belit.

Baca Juga  Emas 2,2 Kg Raib, Nasabah Vs BJB Syariah Panas di Medsos! CBA Sentil Beban Mental Dirut

​”Jangan sampai keselamatan pekerja dikorbankan cuma demi ngejar target proyek selesai. Kalau terbukti ada kelalaian secara struktural, pejabat yang berwenang harus berani bertanggung jawab dan dicopot.”(red).