Bau “Pinjam Bendera” Di Proyek Picu RSUD Bayu asih Rp1,3 M. Ruang Nyawa Anak Diduga Jadi Bancacan

News131 Dilihat

Bau “Pinjam Bendera” Di Proyek Picu RSUD Bayu asih Rp1,3 M. Ruang Nyawa Anak Diduga Jadi Bancacan

 

`PURWAKARTA, ANTARA` – Proyek pembangunan ruang PICU RSUD Bayu Asih Purwakarta senilai `Rp1,3 Miliar` dari APBD 2026 diduga kuat bermasalah.

 

Isu `pinjam bendera` dan `pengkondisian tender` mencuat dan mencoreng proyek vital yang menyangkut nyawa anak.

 

Dengan _pagu Rp1.398.284.700_ dan _HPS Rp1.397.619.974,34_, paket pekerjaan ini ditengarai tidak melalui kompetisi sehat. Asas transparansi dipertanyakan.

 

`CV SANTIKA JAYA DIDUGA HANYA KEDOK, Nama _CV Santika Jaya_ tercatat sebagai pelaksana pemenang.

 

Namun menurut sumber internal, perusahaan itu diduga hanya “dipinjamkan” untuk meloloskan pihak lain.

Baca Juga  Kuasa Hukum Laporkan Penyidik Polsek Medan Area ke Propam.Batalkan Gelar Perkara Khusus Dengan Alasan Tak Jelas*

“Ada aktor swasta yang main mata dengan oknum di dinas. SPK dan volume pekerjaannya juga diduga diutak-atik,” beber narasumber, Kamis 7/8/2026.

 

Jika terbukti, ini pelanggaran serius. Diduga melanggar `Pasal 6 & 7 Perpres 16/2018 jo 12/2021` tentang etika pengadaan: jujur, terbuka, bersaing, akuntabel. Muara akhirnya: kebocoran uang negara.

 

APH DIMINTA JANGAN DIAM

PICU bukan proyek biasa. Ini ruang pertaruhan nyawa anak-anak.

“Jangan sampai ruang intensif dibangun dengan cara busuk. `APH, Inspektorat, LKPP` wajib turun sidak. Usut tuntas sampai ke aktor intelektualnya,” desak pegiat anti korupsi.

Hingga berita ini diturunkan, `RSUD Bayu Asih dan Dinas terkait` memilih bungkam dan belum memberi klarifikasi.

Baca Juga  Polres Purwakarta Terus Berikan Keamanan Dan Kenyamanan Bagi Masyarakat

Publik hanya punya satu tuntutan: `USUT! PROSES HUKUM!`

Jangan biarkan `Rp1,3 Miliar` uang rakyat lenyap karena praktik kotor.

*`Wartawan: Saepul Bahri`*

Rekomendasi