Ambulans Bantuan Diperiksa Aparat Pas Aksi BEM UI, Ketua SBSI 92 Sunarti Heran: “Emang Apa yang Dicurigain?” ​

Hukum, Megapolitan161 Dilihat

​JAKARTA , Markaberita.com — Maksud hati mau sedia payung sebelum hujan buat antisipasi darurat, aksi solidaritas kemanusiaan malah berujung bikin geleng-geleng kepala. Ketua Serikat Buruh Sejahtera Indonesia 92 (SBSI 92), Sunarti, blak-blakan ngaku heran sekaligus mind-blown pas mobil ambulans miliknya dihentikan dan digeledah habis-habisan oleh sejumlah orang yang ngaku sebagai aparat kepolisian.

​Insiden itu terjadi di sela-sela panasnya aksi demonstrasi kawan-kawan BEM UI di kawasan depan Gedung UOB, Selasa (18/8/2026). Nggak cuma unit mobilnya yang di-check detail, tas pribadi milik Sunarti pun nggak luput dari pemeriksaan.

​Nggak terima kendaraannya diperlakukan kayak gitu tanpa alasan yang jelas, Sunarti langsung speak up. Menurutnya, keberadaan mobil ambulans di sekitar lokasi demo murni buat alasan kemanusiaan—jaga-jaga kalau ada peserta aksi atau warga yang butuh pertolongan darurat medis.

​“Gue bener-bener heran, kenapa sampai ambulans diperiksa segitunya, bahkan tas pribadi ikut digeledah? Padahal kita dateng niatnya pure buat standby kalau ada yang butuh evakuasi. Ada apa sebenarnya di balik semua ini?” ujar Sunarti saat dikonfirmasi, Rabu (19/8/2026).

​Sunarti juga meluruskan kesalahpahaman soal posisi kendaraannya. Ia menegaskan kalau mobil ambulans tersebut memang beroperasi secara mobile setiap harinya. Pas kejadian, posisi mereka sama sekali nggak berada di kerumunan titik kumpul massa aksi.

Baca Juga  Dugaan Korupsi Pengelolaan Keuangan PT PLN (Persero) Tahun 2024–2025 Resmi Dilaporkan ke Kejaksaan Agung

​“Ambulans kita tuh tiap hari mobile. Posisi kita juga clear, bukan di tengah-tengah kerumunan massa. Kita parkir di seberang jalan dekat Stasiun Sudirman, sementara titik massa aksi ada di depan Gedung UOB,” jelasnya.

​Lewat kejadian ini, Sunarti mempertanyakan apakah tindakan tersebut merupakan bagian dari pengamanan yang kelewat batas (over-acting). Ia menyayangkan kenapa kendaraan yang jelas-jelas membawa misi kemanusiaan malah dicurigai seakan-akan jadi ancaman.

​“Gue pengen tahu, sebenarnya apa sih yang dicurigai dari sebuah ambulans? Kita dateng buat nolongin orang, bukan mau bikin rusuh atau ganggu jalannya aksi,” tegasnya.

​Meski sepakat kalau keamanan dan ketertiban itu penting, Sunarti berharap ke depannya aparat bisa lebih bijak membedakan mana kendaraan operasional kemanusiaan dan mana yang berpotensi mengganggu keamanan publik.

Baca Juga  MENUJU GELAR PERKARA KASUS TANAH GOGAGOMAN, LQ INDONESIA LAW FIRM: STELLA BUKAN HANYA PANTAS JADI TERSANGKA TETAPI JUGA DIHUKUM MAKSIMAL

​“Nah, dari situ kan akhirnya muncul tanda tanya besar di kepala gue: Sebenarnya, siapa sih yang kasih ‘lampu hijau’ alias perintah buat tindakan kayak gini?” pungkasnya menutup keheranannya.(red).