JAKARTA, Markaberita.com— Kondisi ekonomi lagi tricky, eh malah dapet teror ancaman penyegelan unit dan pengusiran paksa. Nggak heran kalau warga rusunawa se-DKI Jakarta sempat kena mental. Tapi tenang, situasinya sekarang udah 180 derajat berubah jadi angin segar!
Berkat langkah gercep (gerak cepat) dari Forum Komunikasi Warga Rusunawa Jakarta yang langsung ngadain audiensi bareng Fraksi PDI Perjuangan dan Dinas Perumahan Rakyat & Kawasan Permukiman (DPRKP) DKI Jakarta, beban warga akhirnya resmi di-backup. Audiensi strategis ini diadain di Ruang Fraksi PDIP pada Rabu (29/7).
Pertemuan krusial ini dihadiri langsung oleh para pemangku kebijakan penting: Ketua Fraksi PDIP Pantas Nainggolan, Sekretaris Fraksi Rio Sambodo, Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta Yuke Yurike, perwakilan Dinas Perumahan, seluruh Kepala UPRS se-DKI Jakarta, serta perwakilan warga yang dikomandoi oleh Nasrullah Dompas selaku Ketua Forum Komunikasi Warga Rusunawa Jakarta beserta pengurus Ronal Waluyan.
7 Poin Penyelamatan “Anti-Panik” dari Fraksi PDIP
Nggak cuma dengerin curhatan warga, hasil audiensi ini langsung melahirkan 7 poin rekomendasi sakti yang wajib banget dikawal dan dijalanin sama pihak eksekutif:
Pendataan Ekonomi Realistis: Dinas Perumahan wajib turun tangan ngedata ulang kondisi finansial warga secara fair, transparan, dan sesuai realita lapangan.
Welcome Back Buat yang Diusir: Warga rusun yang sempat telanjur diusir dari unitnya harus segera diterima dan dibolehin balik menempati hunian mereka.
Penangguhan Sewa & Tunggakan: Ada dispensasi berupa penangguhan sementara pembayaran sewa dan tunggakan sampai permohonan warga bener-bener beres.
Status Quo Total (No Drama Pengusiran!): UPRS & Dinas Perumahan resmi direkomendasikan memberlakukan status quo: stop pengusiran, stop penyegelan, stop penagihan sementara, dan nggak ada perubahan aturan.
Skema Cicilan Custom: Solusi sementara berupa opsi cicilan yang disesuaikan sama kapasitas dompet dan kondisi ekonomi masing-masing warga.
Pemberdayaan Ekonomi Warga: Warga rusun dilibatkan langsung di berbagai program Dinas Perumahan biar taraf hidup dan finansial mereka makin naik kelas.
Atensi Maksimal Masalah Rusun: Dinas Perumahan dan UPRS diminta nggak boleh acuh; wajib kasih atensi mendalam ke setiap problem di seluruh rusunawa Jakarta.
“Tujuh rekomendasi ini cukup membuat warga rusun bahagia karena merasa beban mereka berkurang secara drastis,” ujar Nasrullah Dompas, Ketua Forum Komunikasi Warga Rusunawa Jakarta.
Dengan adanya keputusan ini, beban mental dan finansial warga rusun yang tadinya overthinking sekarang berangsur reda. Saatnya kawal terus implementasinya di lapangan biar keadilan bener-bener dirasain semua kalangan urban Jakarta!(red).






