KLARIFIKASI DI VILLA BATU APUNG BUNTU, KADES CIAWI TALI TETAP BANTAH JADI PENYEDIA JASA TPT

Daerah163 Dilihat

 

 

PURWAKARTA, Markaberita.com – Pertemuan klarifikasi yang digelar Kepala Desa Ciawi Tali, Kecamatan Wanayasa, Kabupaten Purwakarta, Agus, di Villa Batu Apung, Senin, 6 Juli 2026, tidak mencapai titik temu.

Pertemuan tersebut bertujuan mengklarifikasi pemberitaan sebelumnya yang menyebut nama Kades Agus sebagai pihak penyedia seluruh material proyek Tembok Penahan Tanah, TPT, di perbatasan Desa Sukadami dan Ciawi Tali.

Dalam pertemuan yang berlangsung dengan tensi tinggi itu, Kades Agus menyampaikan keberatan dan klarifikasi. Ia mengaku bekerja mengantarkan material proyek menggunakan mobil pribadinya. Kades Agus membantah terlibat sebagai penyedia jasa atau pemasok material proyek.

“Saya ini cuma bekerja. Saya tidak terima diberitakan sebagai penyedia jasa,” ujar Kades Agus dengan nada tinggi saat pertemuan.

Baca Juga  Kapolres PALI Hadiri Simulasi Kegiatan Pemungutan Suara Serta Penggunaan Sirekap Pada Pemilu 2024

Berdasarkan *UU No. 6 Tahun 2014 tentang Desa Pasal 29 huruf g*, Kepala Desa dilarang menjadi pengurus lembaga kemasyarakatan desa dan/atau lembaga kemasyarakatan lainnya yang mengelola dana proyek dari pemerintah. Keterlibatan Kades secara langsung dalam rantai pasok proyek, termasuk sebagai penyedia atau pengantar material, berpotensi bertentangan dengan aturan tersebut.

Karena perbedaan pandangan yang mendasar, pertemuan klarifikasi tersebut dinilai tidak menghasilkan kesepakatan. Sikap Kades Agus dalam pertemuan tersebut dinilai awak media sebagai bentuk penolakan terhadap pemberitaan yang telah dilakukan berdasarkan hasil konfirmasi dan data lapangan.

Sebelumnya, pemborong bernama Puloh juga membantah keterlibatan Kades Agus sebagai pemasok material, dan menyebut proyek tersebut merupakan pekerjaan tanggap darurat.

Baca Juga  KABAG OPS POLRES PALI DIDAMPINGI KAPOLSEK TANAH ABANG MONITORING CANDI BUMI AYU

Hingga berita ini diturunkan, awak media tetap berpegang pada data dan temuan lapangan, yakni tidak adanya papan informasi proyek, penggunaan material yang diduga tidak sesuai spesifikasi, dan para pekerja tidak menggunakan Alat Pelindung Diri, APD/K3.

*Reporter: Saepul Bahri*