Ketua KPID Ahmad Sulhy, Mubes Jakmania Adalah Refleksi Wajah Sosial Anak Jakarta di Mata Publik

​JAKARTA, Markaberita.com – Musyawarah Besar (Mubes) The Jakmania yang akan segera digelar menjadi sorotan banyak pihak, tidak terkecuali bagi Ahmad Sulhy. Sebagai Ketua KPID DKI Jakarta sekaligus sosok yang dikenal luas sebagai pencinta Persija, Sulhy memandang Mubes bukan sekadar agenda pergantian pengurus, melainkan cermin kedewasaan kolektif organisasi suporter di ibu kota.

Sulhy menekankan bahwa The Jakmania memiliki posisi strategis sebagai salah satu wajah sosial Jakarta yang mencintai klub dan menjaga kebanggaan kotanya.

​Sulhy memberikan catatan kritis mengenai manajemen organisasi yang cenderung terpaku pada formalitas. Ia mengingatkan bahwa administrasi semestinya berfungsi sebagai instrumen pendukung, bukan alat untuk membatasi partisipasi anggota.

​”Administrasi kaku terjadi ketika aturan hanya dibaca sebagai syarat formal, tetapi kehilangan semangat dasarnya untuk menata organisasi, membuka partisipasi, dan menjaga kebersamaan,” ujar Sulhy saat dihubungi, Kamis (02/07/26).

Baca Juga  Bukan Sekadar Konsolidasi, Musancab PAC Cibitung XTC Sexyroad Hadirkan Kepedulian Lewat Santunan Anak Yatim

​Ia menambahkan, mekanisme administratif seperti KTA memang krusial untuk ketertiban. Namun, aturan tersebut tidak boleh disalahgunakan menjadi “pagar” yang menghalangi keterlibatan anggota yang memiliki niat tulus untuk berkontribusi. “Aturan tidak boleh berubah menjadi pagar yang membuat orang-orang yang punya niat baik serta semangat kepada Persija dan Jakmania merasa tidak mendapat ruang,” tegasnya.

​Mubes sebagai Ruang Terbuka bagi Semua

​Terkait penyelenggaraan Mubes, Sulhy berharap ajang ini menjadi ruang yang inklusif bagi seluruh elemen Jakmania. Baginya, Mubes harus menjadi perayaan gagasan yang segar, bukan ajang segregasi kelompok.

​”Ruang terbuka berarti setiap orang yang memiliki keinginan dan semangat mengaplikasikan cinta kepada Persija melalui Jakmania, diberi kesempatan yang adil untuk berpartisipasi,” jelas Sulhy.

Baca Juga  Plot Twist! Penumpang Transjakarta Koridor 7 yang Dikira Meninggal Ternyata Masih Hidup dan Berhasil Dievakuasi

​Ia pun mengajak seluruh anggota untuk kembali pada esensi Jakmania yang inklusif. “Latar belakang boleh beda, tapi ketika Persija tanding, doa dan harapan kita sama. Ruh itulah yang harus dibawa dalam Mubes. Mubes harus sportif, terbuka, menggembirakan, dan memberi ruang bagi gagasan baru,” lanjutnya.

​Menanggapi dinamika yang berkembang, Sulhy justru mengapresiasi semangat tersebut sebagai pertanda bahwa organisasi Jakmania sedang hidup. Meski demikian, ia mewanti-wanti agar perbedaan pendapat tidak berujung pada tensi yang kontraproduktif.

​”Saya mengapresiasi dan salut dengan dinamika The Jakmania. Ini pertanda bahwa masa depan organisasi ini dianggap penting oleh banyak orang. Namun, yang perlu diingat, dinamika itu jangan sampai berubah menjadi pertikaian. Mubes seharusnya menjadi ruang gagasan, silaturahmi, pembaruan, dan kegembiraan, bukan ruang ketegangan,” ujar Ketua KPID DKI Jakarta ini.

Baca Juga  Tiga Pekerja Tewas di Gorong-Gorong, Komite Penyelamat Lingkungan Desak Audit Menyeluruh Proyek PAM Jaya

​Di akhir keterangannya, Sulhy memberikan pesan mendalam agar seluruh pihak menjaga kedewasaan. “Siapa pun nanti yang dipercaya memimpin, yang paling penting adalah Jakmania tetap solid, Persija mendapat dukungan terbaik, dan Jakarta bangga dengan kultur suporternya. Jangan sampai proses Mubes yang kurang elok justru menghadirkan tanda tanya besar bagi publik: ada apa dengan The Jakmania?” pungkasnya.(Red).

​Tag: #Jakmania #PersijaJakarta #MubesJakmania2026 #AhmadSulhy #KPIDJakarta #BeritaJakarta #SuporterIndonesia #PersijaSelamanya #Zonarilis #WajahSosialJakarta