JAKARTA, Markaberita.com – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menegaskan bahwa nilai-nilai Marhaenisme tetap relevan sebagai fondasi pembangunan di tengah berbagai tantangan zaman yang dihadapi generasi muda. Menurutnya, semangat keberpihakan kepada rakyat, gotong royong, dan upaya pengurangan ketimpangan sosial harus diwujudkan dalam kebijakan konkret agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat, khususnya lapisan paling bawah.
Pernyataan tersebut disampaikan Gubernur Pramono saat menghadiri peluncuran dan diskusi buku Marhaenisme: Dalil Baru untuk Gen Z karya Airlangga Pribadi Kusman dan Rocky Gerung di Teater Kecil, Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat, Sabtu (4/7). Ia mengapresiasi kehadiran buku tersebut sebagai ruang untuk memperkaya tradisi intelektual sekaligus mendorong generasi muda agar lebih kritis dan memiliki wawasan yang utuh terhadap persoalan kebangsaan.
”Di tengah derasnya arus digitalisasi, ketidakpastian ekonomi global, hingga dinamika sosial, generasi muda membutuhkan ruang untuk mengasah pemikiran kritis. Namun, esensi Marhaenisme tidak cukup hanya menjadi bahan diskusi. Bagi saya, implementasinya adalah bagaimana pemerintah mampu mengambil keputusan yang berpihak kepada masyarakat kecil,” ujar Pramono.
Komitmen tersebut telah diwujudkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui serangkaian program strategis di bidang kesehatan dan pendidikan. Di sektor kesehatan, Pemprov DKI tetap menjaga stabilitas anggaran guna menjamin akses layanan optimal melalui 31 rumah sakit, 44 puskesmas, dan 292 puskesmas pembantu. Sementara di bidang pendidikan, berbagai program penguatan terus digulirkan, mulai dari Kartu Jakarta Pintar (KJP), Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU), program pemutihan ijazah, hingga pemberian ratusan ribu beasiswa.
Lebih lanjut, Pemprov DKI akan meluncurkan program beasiswa daerah mulai tahun depan yang bekerja sama dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Program ini ditujukan bagi pelajar berprestasi dari keluarga kurang mampu agar dapat melanjutkan pendidikan ke luar negeri.
Gubernur Pramono berharap, buku Marhaenisme: Dalil Baru untuk Gen Z dapat menginspirasi lahirnya generasi muda yang inovatif, peduli terhadap isu sosial, serta berani menghadirkan solusi bagi pembangunan kota dan bangsa. “Jakarta membutuhkan generasi muda yang aktif berdialog dan mencari solusi bersama. Kemajuan Indonesia selalu lahir dari keberanian untuk berpikir kritis dan bertindak nyata bagi masa depan,” pungkasnya.(red).





