Akhir Penantian Dua Dekade, 13 Juli Resmi Jadi Hari Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa

Nasional, Religi703 Dilihat

​JAKARTA, Markaberita.com  – Sejarah baru bagi para penghayat kepercayaan di Indonesia resmi terukir. Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon secara resmi menetapkan tanggal 13 Juli sebagai Hari Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Keputusan ini menjadi tonggak penting dalam pengakuan negara terhadap keberagaman spiritual yang menjadi akar identitas bangsa.

​Penetapan yang diresmikan dalam pertemuan bersama Majelis Luhur Kepercayaan Indonesia (MLKI) di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Senin (6/7), ini bukan sekadar seremoni. Fadli Zon menegaskan bahwa langkah ini adalah wujud nyata kehadiran negara dalam memenuhi amanat konstitusi.

​”Indonesia dibangun di atas fondasi keberagaman, toleransi, dan penghormatan terhadap martabat setiap warga negara. Negara harus memastikan setiap orang memiliki ruang setara untuk menjalankan keyakinan serta melestarikan tradisi luhur,” tegas Fadli dalam keterangannya.

Baca Juga  Kasad Jenderal Dudung Abdurachman Dukung Pertandingan Kejurnas Tinju Antar Mahasiswa Se Indonesia

​Makna Historis di Balik Tanggal 13 Juli

Pemilihan tanggal 13 Juli bukanlah tanpa alasan. Fadli menjelaskan bahwa tanggal tersebut memiliki keterkaitan historis dengan masa perumusan dasar negara, yakni merujuk pada rapat besar Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) pada 13 Juli 1945 yang membahas mengenai konstitusi.

​Keputusan ini juga didasarkan pada landasan hukum yang kuat, yakni Pasal 32 ayat 1 UUD 1945 serta Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan.

​Perjuangan Panjang Sejak 2005

Dirjen Perlindungan Kebudayaan dan Tradisi, Restu Gunawan, mengungkapkan bahwa penetapan ini adalah puncak dari perjuangan panjang yang telah dimulai sejak tahun 2005. Setelah dua dekade menanti, para penghayat kepercayaan yang tergabung dalam lebih dari 100 organisasi di bawah naungan MLKI akhirnya mendapatkan pengakuan formal.

Baca Juga  Dilaporkan ke Direskrimum Poldasu, Diduga Camat Labuhan Deli dan Sekdes Helvetia Terseret Jaringan Mafia Tanah

​”Pembahasan ini sudah diusulkan sejak 2005. Alhamdulillah, berkat dukungan dan komitmen Bapak Menteri, teman-teman penghayat kini memiliki hari peringatan khusus yang diakui negara,” ujar Restu.

​Terkait status 13 Juli sebagai hari libur nasional, pihak Kementerian Kebudayaan belum mengambil keputusan final. Namun, Fadli Zon membuka peluang bahwa peringatan tersebut dapat dilakukan secara fakultatif.

​Dengan lahirnya ketetapan ini, pemerintah berharap nilai-nilai luhur kepercayaan yang ada di nusantara dapat terus dirawat, diwariskan kepada generasi penerus, dan menjadi pilar penguat persatuan nasional di tengah arus peradaban dunia.(red).

​#HariKepercayaan #PenghayatKepercayaan #KebudayaanIndonesia #FadliZon #Toleransi #Keberagaman #IndonesiaHebat #BeritaNasional #MLKI #BudayaNusantara #Markaberita