Tantang Guru Besar dan Peneliti, Presiden Prabowo: Jangan Hanya Teori, Kampus Harus Jadi Motor Hilirisasi!

Nasional53 Dilihat

​JAKARTA, markaberita.com – Presiden RI Prabowo Subianto memberikan “tugas khusus” kepada para rektor, guru besar, dan akademisi di seluruh Indonesia. Dalam pembukaan Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri (KSTI) 2026 di Jakarta Convention Center (JCC), Kamis (26/6/2026), Prabowo menegaskan bahwa kampus tidak boleh lagi hanya puas dengan tumpukan publikasi ilmiah di rak perpustakaan.

​Menurut Presiden, saatnya dunia pendidikan tinggi di Indonesia menjadi pusat inovasi yang berdampak langsung pada kesejahteraan rakyat dan kemandirian ekonomi.

Prabowo tidak menampik bahwa guru besar adalah orang-orang terpintar yang dimiliki Indonesia. Namun, ia menyentil realitas masih tingginya ketergantungan Indonesia pada impor di berbagai sektor strategis, seperti pangan dan teknologi manufaktur.

Baca Juga  Viral Isu Pajak Lari Pagi, DJP Angkat Bicara: Bukan Olahraganya, Ini yang Kena PPN!

​“Kenapa kita belum punya benih gandum sendiri? Kenapa produktivitas sawit kita kalah dari tetangga? Kenapa mobil nasional yang kuat belum sepenuhnya terwujud? Ini pertanyaan bagi para profesor kita. Mari kita abdikan kepintaran ini untuk rakyat yang paling lemah,” tegas Prabowo.

​Tiga Poin Utama Fokus Presiden:

  • ​Hilirisasi Riset: Hasil penelitian di laboratorium harus mampu dihilirisasi menjadi produk industri bernilai tambah tinggi, bukan sekadar teori akademik.
  • ​Kolaborasi Lintas Sektor: Presiden menuntut sinergi erat antara pemerintah, dunia usaha, dan kampus. Tanpa kerja sama yang solid antar-elit bangsa, potensi besar Indonesia hanya akan menjadi sia-sia di tengah ketidakpastian geopolitik global.
  • ​Kedaulatan Pangan & Teknologi: Riset harus diarahkan untuk mengurangi ketergantungan impor, terutama pada sektor yang menyentuh hajat hidup orang banyak.
Baca Juga  Menakar Kapabilitas Luke Thomas Mahony di Pucuk Pimpinan PT DSI: Pengalaman Trading hingga Jaringan Global Jadi Pertimbangan Utama

Di hadapan ribuan akademisi, Prabowo menekankan bahwa Indonesia memiliki modal besar—mulai dari kekayaan alam hingga bonus demografi—untuk melompat menjadi negara maju. Kuncinya hanya satu: kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).

​“Minimal kita sudah mulai. Kita harus berani memulai. Kampus harus jadi episentrum kebangkitan bangsa. Ubah kekayaan alam kita menjadi kekuatan ekonomi melalui teknologi karya anak bangsa,” tutup Presiden.

​Melalui KSTI 2026 ini, pemerintah berharap terbentuk peta jalan (roadmap) kolaborasi yang konkret antara dunia riset dan industri untuk mempercepat transformasi ekonomi nasional.(Red).