Survei CNN: Kinerja Pertamina Jaga Stabilitas Energi Nasional Dapat Apresiasi Publik Tinggi

Nasional370 Dilihat

​JAKARTA, Markaberita– Lembaga riset strategis Citra Nasional Network (CNN) merilis hasil survei terbaru terkait persepsi publik terhadap kinerja PT Pertamina (Persero) dalam menjaga ketahanan energi nasional. Hasil riset yang dilakukan pada 4–17 April 2026 ini menunjukkan apresiasi tinggi dari masyarakat, terutama terkait stabilitas distribusi energi, kualitas pelayanan SPBU, hingga efektivitas transformasi digital melalui aplikasi MyPertamina.

​Berdasarkan data survei yang melibatkan 1.580 responden pengguna aktif Bio Solar, Pertalite, dan LPG 3 kg di seluruh Indonesia, tingkat kepuasan masyarakat terhadap pelayanan operasional dan komunikasi Pertamina mencapai 83,7 persen. Survei ini memiliki tingkat kepercayaan 95 persen dengan margin of error sekitar 2,47 persen.

​Direktur Utama Citra Nasional Network, Muhammad Sutisna, mengungkapkan bahwa capaian ini mencerminkan keberhasilan Pertamina dalam mengawal pasokan energi di tengah tekanan ekonomi global dan dinamika geopolitik internasional.

Baca Juga  CBA Desak Dewas KPK Evaluasi 10 Klaster Perkara Bea Cukai: "Jangan Jadi Komoditas Publikasi"

​Menanggapi hasil survei tersebut, Pengamat Strategi Intelijen Keuangan dan Ekonomi dari Universitas Indonesia, Chabibi Syaefuddin, menilai tingginya kepercayaan publik mengonfirmasi posisi strategis Pertamina dalam menjaga stabilitas energi nasional.

​“Kepercayaan publik yang tinggi ini membuktikan bahwa masyarakat menilai Pertamina mampu mengelola distribusi energi secara berkelanjutan. Transformasi digital yang dilakukan melalui pengelolaan basis data pengguna yang semakin presisi juga mulai membangun persepsi positif yang kuat di masyarakat,” ujar Chabibi, yang akrab disapa Paijo, dalam keterangan tertulisnya, Kamis (4/6/2026).

​Data survei menunjukkan dukungan kuat terhadap langkah digitalisasi, di mana 85,2 persen responden mendukung penggunaan aplikasi MyPertamina untuk memastikan penyaluran BBM subsidi tepat sasaran. Selain itu, 78,2 persen responden menilai sistem pendataan distribusi energi saat ini jauh lebih tertata dan transparan dibandingkan sebelumnya.

Baca Juga  Kedaulatan yang Tergadai: Menakar Kerugian Rakyat Saat Hak Pilih Dicabut

​Publik juga memberikan apresiasi khusus terhadap kebijakan penahanan harga BBM subsidi. Sebanyak 81,2 persen responden menyatakan puas dengan langkah Pertamina mempertahankan harga Pertalite dan Bio Solar di tengah lonjakan harga energi dunia.

​Meski mayoritas memberikan penilaian positif, survei juga menyoroti tantangan logistik yang masih dihadapi. Sebanyak 67,4 persen responden mengaku masih menemukan kendala aksesibilitas BBM dan LPG 3 kg, khususnya di wilayah luar Pulau Jawa. Data menunjukkan 67,3 persen responden di luar Jawa merasakan distribusi yang masih lambat, sementara di Pulau Jawa, 82,3 persen responden merasa akses terhadap komoditas energi relatif lebih mudah.

​Terkait distribusi LPG 3 kg, survei mencatat 67,7 persen masyarakat masih mengandalkan warung atau toko kelontong sebagai akses utama, sementara 27,4 persen lainnya memperoleh pasokan langsung dari pangkalan resmi.

Baca Juga  CBA Tantang KPK: Jangan Cuma Gahar di Konferensi Pers, Buktikan Mafia Bea Cukai di Pengadilan!

​Dalam penutup analisisnya, Chabibi Syaefuddin menekankan pentingnya bagi Pertamina untuk tetap menjaga keseimbangan antara menahan dampak kenaikan harga global demi melindungi daya beli masyarakat dengan mekanisme pasar yang sehat untuk produk non-subsidi.

​“Di tengah ketidakpastian harga energi dunia, Pertamina terbukti berhasil menjaga situasi tetap kondusif. Masyarakat tidak panik, dan operasional di lapangan, baik di SPBU maupun SPBE, terpantau tetap aman dan teratur,” pungkasnya.