Pertamax Makin Mahal, Seskab Teddy Klaim Tarif BBM Indonesia Belum Setinggi Negara ASEAN Lain

Ekonomi, Nasional142 Dilihat

JAKARTA – Markaberita.com

Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi jenis Pertamax kembali menjadi perhatian publik. Menanggapi berbagai respons masyarakat, Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menilai harga BBM di Indonesia masih relatif lebih rendah apabila dibandingkan dengan sejumlah negara di kawasan Asia Tenggara.

Menurut Teddy, penilaian terhadap harga BBM tidak bisa hanya dilihat dari kondisi dalam negeri semata. Ia mengajak masyarakat untuk melihat perkembangan harga energi secara regional, termasuk di negara-negara seperti Singapura, Filipina, dan Laos yang memiliki harga bahan bakar lebih tinggi dibanding Indonesia.

Dalam keterangannya, Teddy menjelaskan bahwa harga BBM dipengaruhi oleh banyak faktor, antara lain harga minyak mentah dunia, biaya pengolahan, distribusi, nilai tukar mata uang, hingga kebijakan energi yang diterapkan masing-masing negara. Oleh karena itu, perbedaan harga antarnegara merupakan hal yang wajar terjadi.

Baca Juga  Real Talk: APJ Desak Pemprov DKI Serius Tekan Angka Pengangguran, Jangan Sampai Warga Jobseeker Kena Ghosting

Pernyataan tersebut disampaikan setelah penyesuaian harga Pertamax yang kini berada di kisaran Rp16.250 per liter di sejumlah wilayah. Kenaikan tersebut memicu perbincangan luas di masyarakat karena berdampak langsung pada biaya transportasi dan aktivitas harian pengguna kendaraan pribadi.

Meski demikian, pemerintah menegaskan bahwa penyesuaian harga BBM nonsubsidi mengikuti dinamika pasar energi internasional. Fluktuasi harga minyak dunia dan kondisi ekonomi global menjadi faktor yang turut memengaruhi kebijakan penetapan harga di dalam negeri.

Sejumlah ekonom menilai perbandingan harga BBM dengan negara lain memang dapat memberikan gambaran posisi Indonesia di tingkat regional. Namun, mereka mengingatkan bahwa kemampuan daya beli masyarakat dan tingkat pendapatan warga juga perlu menjadi pertimbangan dalam melihat kebijakan energi secara menyeluruh.

Baca Juga  Kaget! Harga Pertamax Resmi Naik, Kini Tembus Rp16.250 per Liter

Di sisi lain, pemerintah memastikan bahwa BBM bersubsidi tetap menjadi instrumen perlindungan bagi kelompok masyarakat yang membutuhkan. Kebijakan tersebut diharapkan dapat menjaga stabilitas ekonomi dan mengurangi tekanan terhadap pengeluaran rumah tangga.

Perdebatan mengenai harga BBM bukan hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga menjadi isu yang dihadapi banyak negara akibat ketidakpastian pasar energi global. Kenaikan maupun penurunan harga energi internasional sering kali berdampak langsung pada kebijakan domestik masing-masing negara.

Hingga saat ini, pemerintah terus memantau perkembangan harga minyak dunia dan kondisi ekonomi global untuk menentukan langkah yang dinilai paling tepat dalam menjaga keseimbangan antara kebutuhan masyarakat, ketahanan energi, dan kondisi fiskal negara.

Baca Juga  BEM UI Turun ke Jalan, Ini 5 Tuntutan yang Menggema di Jantung Ibu Kota

RED