Operasi Penyelamatan Intensif: Tim SAR Gabungan Berupaya Evakuasi Pendaki yang Terperosok di Jurang Gunung Semeru

Daerah, Nasional442 Dilihat

​KABUPATEN MALANG, Markaberita.com – Tim SAR gabungan hingga saat ini masih berjuang keras melakukan evakuasi terhadap seorang pendaki berinisial C (18) yang terjatuh ke dalam jurang di lereng barat Gunung Semeru. Korban merupakan bagian dari kelompok yang nekat mendaki kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) melalui jalur ilegal atau tidak resmi.

​Dua rekan korban lainnya telah berhasil diselamatkan dan tiba di posko evakuasi pada Jumat (5/6/2026) dini hari pukul 00.07 WIB. Keduanya kini tengah mendapatkan perawatan medis di Puskesmas Ampelgading, Kabupaten Malang. Kepala Bagian Tata Usaha Balai Besar TNBTS, Bambang Suryono, mengonfirmasi keberhasilan evakuasi tahap pertama tersebut dan menegaskan bahwa prioritas saat ini sepenuhnya tertuju pada penyelamatan korban C.

Baca Juga  Apresiasi Pangandaran Air Show 2023, Bey Machmudin: Memasyarakatkan Dunia Dirgantara

​Insiden ini bermula pada Senin (1/6/2026) ketika ketiga pendaki tersebut memasuki kawasan Gunung Semeru melalui jalur Candi Jawar, Desa Argoyuwono, Kecamatan Ampelgading. Saat terjatuh, korban C sempat mengirimkan pesan darurat kepada orang tuanya sebelum ponselnya tidak lagi aktif. Menanggapi laporan tersebut, petugas Koramil Tirtoyudo dan Ampelgading bersama keluarga serta warga setempat langsung melakukan penyisiran. Korban akhirnya berhasil ditemukan pada Selasa (2/6/2026) pagi.

​Namun, proses pengangkatan korban dari dasar jurang tergolong sangat sulit. Bambang menjelaskan bahwa tim di lapangan terkendala oleh medan jurang yang sangat curam serta kondisi korban yang mengalami cedera dislokasi kaki. Mengingat tingkat kesulitan tersebut, evakuasi membutuhkan personel penyelamat yang memiliki keahlian khusus dalam teknik evakuasi vertikal serta dukungan peralatan yang memadai agar korban dapat diangkat dengan aman ke atas tebing.

Baca Juga  Survey TBRC: Tingginya Skor Kejagung Karena Sukses Menyita Hasil Korupsi Rp 13 Triliun Jaringan Mafia

​Saat ini, tim penyelamat gabungan masih terus berjibaku di lokasi kejadian. Setelah berhasil diangkat, korban direncanakan akan segera ditandu menuju posko di rumah warga terdekat untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut. Pihak Balai Besar TNBTS kembali mengimbau masyarakat agar selalu mematuhi aturan pendakian dan tidak menggunakan jalur-jalur tikus yang tidak resmi, mengingat besarnya risiko keselamatan di medan pegunungan yang ekstrem.(Red).