JAKARTA, markaberita.com – Keselamatan warga Jakarta kembali terancam akibat buruknya pengelolaan jaringan utilitas di ruang publik. Neisha Amalia Evrian Putri, siswi kelas X SMAN 6 Jakarta, meregang nyawa dalam kecelakaan tragis di Jalan Leuser, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Kamis (18/6/2026) pagi. Nyawa remaja tersebut melayang setelah motor yang ditumpanginya tersangkut kabel menjuntai yang melintang di tengah jalan raya.
Peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 06.10 WIB saat korban tengah dalam perjalanan. Terkait kronologi kejadian, Kasi Humas Polres Metro Jakarta Selatan, AKP Joko Adi Wibowo, memberikan keterangan resmi pada Jumat (19/6/2026).
“Kabel tersangkut sehingga pengemudi mengerem mendadak. Akibatnya, motor jatuh ke kanan dan korban (Neisha) terpental ke sisi kiri jalan,” jelas Joko. Di saat bersamaan, sebuah bus sekolah melintas dan melindas tubuh korban hingga menyebabkan ia meninggal dunia di lokasi kejadian. Saat ini, kepolisian tengah melakukan penyelidikan mendalam, termasuk memeriksa pengemudi bus sekolah dan menelusuri pemilik kabel tersebut untuk menentukan pihak yang bertanggung jawab secara hukum.
Menanggapi insiden tersebut, Gubernur Jakarta Pramono Anung menyatakan telah menginstruksikan dinas terkait untuk melakukan investigasi menyeluruh. Ia menyebut kabel yang menjuntai tersebut diduga milik PLN dan memastikan bahwa jajaran Pemprov DKI Jakarta telah memberikan santunan melalui Baznas Bazis kepada keluarga korban. Pramono menegaskan bahwa proses hukum terhadap pihak-pihak yang lalai akan tetap berjalan secara objektif sesuai permintaan pihak keluarga.
Tragedi ini menambah daftar panjang korban akibat kesemrawutan kabel di Jakarta yang berulang setiap tahunnya tanpa penanganan yang berarti. Berdasarkan catatan publik, insiden serupa pernah terjadi pada:
- Tahun 2023: Pada 5 Januari, Sultan Rif’at Alfatih mengalami cedera parah pada leher hingga saluran makan dan pernapasannya rusak akibat jeratan kabel fiber optik di Jakarta Selatan. Pada 28 Juli, seorang pengemudi ojek daring, Vadim (38), tewas setelah terjerat kabel di Jalan Brigjen Katamso, Jakarta Barat. Menyusul kemudian pada 23 Desember, Dwi Yuda Prawira Soefaca (32) mengalami luka serius di leher saat melintasi kawasan Kramatjati, Jakarta Timur.
- Tahun 2026: Nyawa kembali melayang akibat kabel yang dibiarkan menjuntai tanpa pengawasan ketat, tepatnya pada 18 Juni 2026 di Kebayoran Baru.
Fenomena ini memicu kritik keras dari berbagai pihak. Sekretaris Eksekutif YLKI, Rio Priambodo, dalam pernyataannya pada Jumat (19/6/2026), menyoroti lemahnya pengawasan infrastruktur, minimnya koordinasi antaroperator yang memicu penumpukan kabel, serta ketiadaan penegakan aturan bagi kabel yang sudah tidak terpakai sebagai akar masalah utama. Ia menegaskan bahwa jika pemerintah dan operator tidak segera melakukan pembenahan, masyarakat memiliki hak untuk menempuh jalur hukum melalui class action.
Senada dengan itu, Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia, Usman Hamid, pada Jumat (19/6/2026), mendesak aparat penegak hukum untuk tidak hanya berhenti pada pemberian bantuan kepada korban, melainkan mengusut tuntas kelalaian para pemilik jaringan kabel agar keselamatan publik tidak terus dikorbankan demi efisiensi yang mengabaikan standar keamanan.(Red).
Tag: #KabelMaut #Jakarta #SMAN6Jakarta #BeritaJakarta #KabelSemrawut #PemprovDKI #JaringanUtilitas #KeamananPublik #KebayoranBaru #UpdateJakarta #markaberita



