Haul Ulama & Habaib Betawi 2026 di Monas, Habib Salim Shalahuddin bin Jindan: Momentum Perjuangan, Bukan Sekadar Seremonial

Megapolitan111 Dilihat

​Jakarta, Markaberita.com – Rencana digelarnya Haul Ulama & Habaib Betawi 2026 di Monas, yang menjadi peristiwa bersejarah pertama di Ibu Kota, mendapatkan apresiasi dari Pimpinan Majelis Taklim Al-Habib Salim bin Ahmad bin Jindan yang berlokasi di Jalan Otista Raya, Kampung Melayu, Jakarta Timur, yaitu Habib Salim bin Shalahuddin bin Salim bin Jindan.

​Dalam pernyataannya pada Kamis (18/06/2026), Habib Salim bin Shalahuddin bin Salim bin Jindan menekankan bahwa pelaksanaan haul yang berdekatan dengan semangat menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharam ini harus menjadi titik tolak transformasi diri bagi umat. Beliau mengingatkan bahwa esensi peringatan haul adalah untuk mengenang kebaikan orang-orang saleh, sesuai dengan sabda Rasulullah SAW: “Uzkuruu mahasina mautakum wa kuffuu ‘an masawiihim” (Sebutkanlah kebaikan-kebaikan orang yang telah meninggal dunia di antara kalian dan tahanlah diri dari menyebutkan keburukan-keburukan mereka) [HR. Abu Dawud dan Tirmidzi].

Baca Juga  Gerakan "SORBAN Next Charity" di Kota Tua: Kolaborasi Lintas Komunitas untuk Kemanusiaan Sumatera

​Beliau juga menegaskan bahwa ulama adalah pewaris Nabi, sebagaimana sabda Rasulullah SAW: “Al-ulama warasatul anbiya” (Ulama adalah pewaris para nabi) [HR. Abu Dawud]. Sejalan dengan hal tersebut, Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an mengenai kedudukan orang yang berilmu dan beriman:

​“Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat.” (QS. Al-Mujadilah: 11).

​Di tengah situasi bangsa hari ini, di mana kesenjangan ekonomi semakin melebar dan akses terhadap pendidikan berkualitas masih menjadi kemewahan bagi sebagian rakyat kecil, Habib Salim bin Shalahuddin bin Salim bin Jindan menegaskan pentingnya haul ini sebagai momentum perjuangan nyata.

​”Peringatan haul ini hendaknya dikerjakan dengan penuh keikhlasan, bukan sekadar seremonial. Di bulan Muharam yang mulia ini, mari kita jadikan momentum haul sebagai refleksi untuk mengenang perjuangan ulama dan Habaib di Jakarta, semata-mata karena Allah Ta’ala (Lillahi Ta’ala), bukan untuk mencari pamer atau pamor,” tegas beliau pada Kamis (18/06/2026).

Baca Juga  Mas Pram Pede Abis! Obligasi Rp 3,5 T Jakarta Dipastikan Ludes Dibayar Sebelum Tenure Habis

​Beliau menyoroti bahwa masa depan bangsa sangat bergantung pada kualitas pendidikan. Habib Salim mendesak pemerintah daerah agar tidak sekadar berwacana, melainkan hadir dengan kebijakan konkret dalam membangun universitas negeri yang terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat. Pendidikan adalah senjata utama dalam memerangi kebodohan dan kemiskinan yang saat ini masih membelenggu sebagian besar masyarakat Jakarta.

​”Semoga haul ini menjadi ajang untuk Fastabiqul Khairat (berlomba-lomba dalam kebaikan) dalam membina umat dan pendidikan, baik pendidikan agama maupun umum,” tutupnya.

​Habib Salim bin Shalahuddin bin Salim bin Jindan juga berpesan agar penyelenggaraan haul ini tetap memperhatikan koordinasi dengan keluarga dan ahli waris para ulama dan Habaib terkait, demi menjaga keberkahan, adab, dan kebersamaan di tanah Jakarta yang kita cintai.(Red).

Baca Juga  PBB DKI: Janji Manis Kampanye vs. Beban Pahit Rakyat